Free Magz Cermin Kemajuan Kota

12Sep08

Baiklah saya akan bercerita sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan saya. Sudah setahun ini saya berkutat dengan segala hal yang berbau tulisan di Tabloid Simpang5. Satu-satunya media cetak gratis yang mampu bertahan lebih dari tiga tahun di Semarang. Mungkin benar jika ada yang menganggap Tabloid Simpang5 masih mampu bertahan karena back up dana dari induk perusahaan, yaitu PT Infomedia Nusantara salah satu anak perusahaan PT Telkom.

Tentu itu tidak seluruhnya benar, ada saatnya Tabloid Simpang5 merugi tapi ada saatnya pula meraih untung. Seperti media lainnya, saat-saat awal berdiri adalah saat berat bagi media, target kerugian di tahun pertama adalah hal yang wajar bagi media yang baru berdiri. Di saat itulah back up dana dari induk perusaan pusat sangat diperlukan. Seiring waktu berjalan, saat masyarakat mulai mengenal dan mempercayai Tabloid Simpang5 sebagai media promosi, kami pun mulai meraih untung.

Gambaran seperti itu pasti akan kita dapati di media lain, terutama yang mengusung konsep sebagai media cetak gratis. Media cetak gratis seperti halnya televisi dan radio, mengandalkan pemasukkan dari pengiklan. Di sini lah kita bisa melihat gambaran kemajuan sebuah kota. Di kota seperti Jakarta, kita akan menemui banyak media cetak gratis. Namun di kota lain belum tentu kita akan mendapatkannya, bahkan bisa jadi hanya di kota dengan tingkat kemajuan ekonomi yang relatif tinggilah media cetak gratis bisa bertahan.

Dengan kondisi seperti itu, media cetak gratis bahkan bisa menempati posisi sebagai penanda sebuah kota. Terutama bagi orang media seperti saya. Tiap ke kota lain pasti mencari media cetak gratis yang terbit di kota tersebut, dan dalam pikiran saya langsung akan terbentuk sebuah citra, bahwa kota ini identik dengan media cetak gratis ini. Kenapa demikian? Media cetak gratis mencerminkan semangat sebuah kota, terutama para generasi mudanya dalam membangun kotanya.

Sesuai pengalaman saya berkecimpung di Tabloid Simpang5, banyak pengiklan maupun pekerja di media cetak gratis sebagian besar dari generasi muda, atau setidaknya mereka yang memiliki semangat muda – yang kreatif, peka perkembangan, mobile dan beberapa hal lain yang indentik dengan kratifitas. Jadi, tentu tidak terlalu salah jika Free Magz atau pun media cetak gratis lainnya adalah cermin kemajuan kota, tidak hanya saat ini tapi juga untuk ke depan.



31 Responses to “Free Magz Cermin Kemajuan Kota”

  1. Wah… saya dulu mendambakan pekerjaan kayak gitu…di majalah
    tetap semangat!

  2. Betoel…. Tetap Semangat !!!

  3. Semangat untuk mas munif mudah2an tabloidnya bertahan hidup terus dan kalau bisa menguntungkan pengelolanya meski gratis.. sukses mas munif

  4. iya saya semangat! *sambil loncat*

  5. waa sudah update (woot)

    yakkk free magz emang perlu, bisa buat referensi juga kok kalo tersesat *berasa peta deh kalo itu :D*

  6. wah aku juga pengin jadi orang media kayak mas munep. Tapi untuk saat ini aku baru bisa berkreasi lewat blog sama lomba cerpen. ^_^
    semangat terus, mas!

  7. wah di nggarut ndak ada tabloid simpang5 nih mas. bisa tahu cara ngedapetinnya?

  8. selamat utk free magznya. aku sering lihat tabloid simpang5 dan semakin bertambah keren. ayo kapan2 bikin event bareng antara simpang5 dan majalah gradasi-ku!! tapi sebelumnya aku tak nembak wiwikwae dulu…

  9. 9 inikian

    sukses terus ya nif..juga update terus ya niff

  10. E-LOEN nya piye kabare nepp?

    @mas wien, ayo aku ndang di tembak!

    *mbajak blog

  11. @ali: bisa baca di blog simpang5 ato langganan via pos πŸ˜€
    @mas mas wien: siap mas asal banyak ceweknya
    @kian: thanks ki
    @wiwik: habis lebaran, akan dibahas lagi, bener kan yud, den, zet? πŸ˜€

  12. nep,beli penumbuh rambut dimana ya..???

  13. yang gratis gratis mesti laris kok mas…

  14. wah dah hidup to blog ini baguslah…!!!

  15. Selamat buat Tabloid Simpang5 yang tetep bertahan walaupun gratis..:clap:
    *jadi inget dl saat krj di tabloid gratis*:D

    heheh.. saya rasa adanya media cetak gratis cermin kemajuan kota dari segi ekonomi saja..:)

  16. baru tau kalo kota yang disebut maju itu harus ada Free Magz nya.. kirain karena pembangunan yang berkesinambungan… hmmmm

  17. Simpang5 dijamin bakal kian ditunggu pembaca (plus pengiklan) jika menyediakan kolom khusus untukku. Suer. Hahahah…. Selamat ya Mas!

  18. dah hidup lagi ya. btw simpang5 isinya tambah keren nih. meskipun g tiap kali terbit aku baca sih. he he he. thanx for d comment on my story ya.

  19. Cuma sekali aku liat tabloid simpang5 beberapa bulan lalu

  20. sebenarnya publik berharap ada banyak media cetak yang terus memublikasikan berita2 yang berkaitan dengan masalah perkotaan lengkap dg segala pernak-pernik kehidupannya. semoga saja kehadiran tabloid yang dikelola mas munif bisa terus eksis utk mewartakan berita2 kota. salam kreatif!

  21. wah ternyata ada pula media yang gratisan yah

  22. semuanya akan mengarah ke GRATIS… ngeblogg aza kita udah gratis ya ngga…
    apalagi kalau yang gini di banyakin…

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/23/belajar-berani-dari-yusuf-mansyur/

  23. maaf jika isi pesan berikut mengganggu aktivitas kamu.. aku cuma mau kasih tau aja, ada sebuah situs social bookmarking yang berisi kumpulan berita-berita menarik yang paling update diseluruh indonesia,dan memang situs ini berbasis bahasa indonesia… klo nggak keberatan tolong cek situs ini yah.. semoga bermanfaat..

    >>> http://www.lintasberita.com

    coba di share aja semua tulisan km di situs itu ,mudah2an bisa membantu naikkan traffic blog ini ,keep up the good post ok.. btw.. ever thought bout adding lintasberita’s widget?? cek disini aja yah

    >>> http://www.lintasberita.com/tools.php

    thanks…. sory klo keliatannya spamming.. but seriously… im just helping you out here…

  24. saya setuju untuk beberapa hal. mislanya karena freemagz cerminan perputaran dunia binis jalan dengan mekanisme pasar. tapi untuk hal lain kayaknya gak selalu korelatif..

  25. salam kenal Kang….

  26. Ditengah persaingan sengit meraih porsi iklan, media alternatif seperti freemagz, nampaknya harus berjuang keras merangkai paket2 promosi selain dari paket iklan biasa.. misal menggandengnya dengan website si freemagz itu sendiri serta aliansi dengan beberapa alur media form lainya.

    Freemagz and other web 2.0 medium is just another way making oneslef heard more, at wider audience, and faster with maximum effect.

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H, bagi yang merayakannya. Seneng udh bisa mampir kesini lagi, salam hangat dari Afrika Barat πŸ™‚

  27. Salam Kenal

    CUSTOM APPAREL MANUFACTURE
    http://www.clothing-line.net

  28. bung, kita sangat butuh media alternatif di jaman yang begini ini. hm, walaupun gratisan, muatannya ga boleh ‘ompong’. memang pak, kalau mau saingan iklan dengan media mainstream…wah, agak berat yah,…
    tapi, tetep semangat pak. bangsa kita butuh penulis2 idealis…

    salam,
    hesra

  29. wah keren2…btw, met lebaran kang…mohon maap lahir dan batin..

  30. 30 batmankasarung

    mas munep, tabloid simpang lima only di smg tok ya? ga tekan jabar ato all indonesia??

  31. Opini Mas Munif singkat tapi sangat mengena bagi saya dan kawan2 yg memang sedang membangun majalah gratis khusus di kawasan satelit Jakarta (Bodetabek)—>http://glowupmagazine.com.

    Trims mas


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: