Yang Muda yang Melawan

02Feb08

kedai-kopi.jpgAnak muda kok sukanya membeo, huh! Indonesia banget deh. Apa-apa yang datangnya dari barat pasti dianggap keren. Begitu pula dengan kawula muda di daerah, apa-apa yang datang dari Jakarta selalu dianggap keren! Mau mengakui itu atau tidak? Itu sih tergantung yang telah kita perbuat.

Ngomong-ngomong soal membeo, saya jadi ingat ketika saya nongkrong di salah satu kedai kopi di Semarang. Beruntunglah diriku ini, karena yang menemani nongkrong adalah si pemilik kedai. Cerita punya cerita, kita pun ngobrol panjang lebar. Ternyata, si pemilik kedai ini, memiliki idealisme yang kuat, dan usianya masih cukup muda. Dia masih tercatat sebagai mahasiswa angkatan 1998, sama seperti saya. Cuman saya sudah lupus, dia hampir lulus. Cuman lagi dia udah punya usaha saya masih ikut perusahaan orang. Terus apa yang saya dan pemilik kedai bahas?

Penjajahan, pembeoan, dan perlawanan. Gatot, nama pengusaha muda itu mengakui, berdasarakan pengalamannya selama berbisnis, kultur anak muda Semarang adalah kultur pembeo (meski tidak semuanya sih). Apa-apa yang datang dari Jakarta pasti disambut dengan gegap gempita!

Nah, melihat iklim semacam itu, sebagai putra daerah Gatot merasa tertantang. Masak sih hanya Jakarta yang bisa menjajah daerah. Dia pun mencanangkan target untuk menjajah Jakarta. Target yang sangat realistis menurutku. Bagaimana tidak? Baru lima tahun membuka usaha di Semarang, Gatot kini sudah memiliki lima unit usaha, padahal dia berawal benar-benar dari bawah.

Tentu, bukan kata “menjajah” yang harus diberi garis bawah di sini. Tapi bagaimana kawula muda tidak menjadi generasi muksin (muka sinetron) yang terbuai dengan cinderella story yang tidak realistis. Tentu, kawula muda daerah memang harus melawan Jakarta Centris yang telah diciptakan para orang tua. Emang Indonesia cuman Jakarta aja?



45 Responses to “Yang Muda yang Melawan”

  1. horeee… akhirnya blogmu bangkit lagi dari kubur ;))

  2. #huda: iya hud akhirnya bisa posting jg 😀

  3. semestinya begitu khan..semua barometer nggak harus ke Jakarta, akhirnya jadi timpang economic socialnya..masak perputaran uang negara hampir 80 % di ibu kota..

  4. ini karena dian juga?
    cuiH!

  5. #iman brotoseno: iya mas saya akan milih presiden yang kampanye ttg solusi jakarta centris
    #dendi: Jangan iri den, klo dian bilang aku keren! itu fakta!

  6. Selamat buka lagiiii…

    *ga baca postingan*

  7. gara2 dian sastro ngeblog
    blognya terus diupdate

    hahahahaha
    dasar BOYO

  8. “Emang Indonesia cuman Jakarta aja?”

    ya ndak to, kan Indonesia sepanjang jakarta sampai semarang…

    hehehe…

  9. problem representasi itu Nip…:D

  10. gimana dengan putra daerah Ngaliyan??
    nihilisme?

  11. #yogi: makasih yog
    #sarkamin: ini pasti konspirasi untuk menjauhkan saya dari dian
    #sapiterbang: hahha, km bener
    #ing: iya ing
    #arri: saya siap menjajah tegal dengan nasi kucingan
    #pepi: dari dulu aku memang sudah meragukan jenis kelaminmu pep

  12. welkombek 🙂

  13. Mas Munip.. Mbak ku Dian sampeyan apain kemarin…?

  14. Ah, kenapa saya harus terdampar di sini?

    Mas Munif, mungkin budaya Jakarta cepet diterima masyarakat daerah karena siaran TV kebanyakan memang Jakartasentris. Mau diakui atau nggak, TV nasional acaranya memang lebih bagus daripada TV daerah.

  15. makan2
    blognya munev hidup lagi

  16. niff … wis tangi to ??

  17. niff … niff …

    maksudnya yg muda yg melawan gimana sih ?? kok gambarnya cafe ??
    Emang sekarang anak muda melawan cafe-cafe gituh ???

  18. 19 elyswelt

    jadi inget tetangganya sohibku, baru beberapa saat di jkt, pulang2 bahasanya sudah lu lu .. gue gue ;D

  19. bener bener…ning jakarta mbayar kos larang (untung mbiyen aku dibayari), mangan larang, macet terus, tuo ning ndalan…*pengalaman pribadi

  20. Apa … apa… sebut2 Jakarta, Nggak usah bangga2 in Jakarta deh. Bener kata kata Mbak Nina. Aku juga pengin segera terbuang dari Jakarta, dan menikmati surga desa semoga bisa secepatnya.

  21. nggak banget deh kalo semua-muanya akhirnya ngikut jakarta. banyak sekali yang lebih menarik dari daerah yang bisa dikembangkan. bener tuh, “emang indonesia itu jakarta doang?”

  22. Wong Jakarta udah mau tenggelam kena banjir gitu …

  23. nip.. nip… kuwe ngomong opo to nip..???

  24. nip… nip… kuwe ngomong opo to nip..???

  25. hi munip… kapan2 borju yukk!!!

  26. Betul banget!!! Budaya kita disini benar2 membeo, sampai2 bahasa aslinya pun perlahan2 sudah mengikis, apalagi yang namanya budaya setempat! Padahal semua itu adalah sesuatu yg mo dijual berapapun gak bakal ternilai! sayangnya msh sedikit orang yg sadar akan hal ini… aduh kok jadi emosi ya gue..

  27. BETUL ITU!
    ITU BETUL!
    SAYA SETUJU!
    SETUJU SAYA!
    HIDUUUP!
    HIDUUUUUUUUUUUUUUP!

  28. ah .. mas munyip bisa aja ?? Indonesia kan dari sabang sampai merauke, berjajar pulau-pulau, sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia.
    Indonesia Tanah Airku, aku berjanji padamuu… Itulah Tanah Airku, Tanah Airku Indonesia …

    gimana mas … udah hampa ?? ehh .. paham ??

  29. setubuh nipp!!! emang endonesa cuman jakarta aja???

    masa ‘mengidolakan’ kota penuh kemacetan dan hampir tenggelam gitu,,hehe

  30. gimana yaaaa.. jakarta kan ibu kota, itu ga bisa dipungkiri.. hihihihi :mrgreen:

  31. salam perjuangan dari bandung
    kalau generasi muda di negeri anda hanya bisa membeo itu perlu kita sukuri, daripada perilakunya seperti orang yang kena penyakit autis, penyakit autis ini bisa menghinggapi generasi muda jika: pertama, sudah sarjana tapi susa dapat kerjaan daripada busung lapar mendingan jadi autis siapa tahu ada orang kaya kasih kerjaan kedua kalau menjelang pilkada(pemilihan kepala daera)banyak pejabat jadi dermawan
    semoga anda tidak terjangkit penyakit autis…

    baca artikelku agar engkau tidak busung lapar dinegeri ini …………
    orang bisa di beli dengan uang,
    berhati-hatilah mencari sahabat dan mencurahkan isi hatimu, satu-satunya orang yang layak kamu percayai dalam kondisi apapun adalah dirimu sendiri. Jangan lupa itu.
    http://puang07.fotopages.com

  32. lha kok bertapa lagi…

  33. meh coment apa ya??? bingung, lha aku suka sinetron, trus g suka kopi jg, jd ya piye ya????

  34. Ada lagi budaya indo yang ak juga agak ga suka kang mas. Budaya ngomentarin negatif orang yang lagi nanya. Kata seperti cie.. , sangar ik, kata – kata yang sedikit membuat miris sekaligus menurunkan semangat untuk bertanya.

    Salam kenal mas

    Singgah donk di blog saya http://cavanantha.wordpress.com

    maturnuwun

  35. halo mas!!
    memang anak muda jaman sekarang ini mudah emosian..

    cari ide buat dibikin komiknya aaahhh…

  36. tentang Membeo di Semarang nggak segitunya lah…
    Banyak yang datang dari Jakarta malah tekuk lutut kok di Semarang… Nyatanya ada HyperMart sama Carrefour, tetep saja orang blanjanya di Ada Swalayan, yang asli Semarang.

    Malah Ada bikin ekspansi sampai plosok-plosok kecamatan.
    Terus kalo kota lain demam Distro, di Semarang malah demam Resto. Ini artinya kan nggak mbeo. Ya ini perlawanannya wong Semarang, menghadapi kapitalisasi yang menasional.

    Untung Semarang kurang dilirik sebagai kota ekspansi bisnis dibanding kota-kota besar lain di Indonesia. Jadi kemandirian warga dalam berusaha lebih berkembang, daripada daerah lain yang hanya mengandalkan modal dari luar…

  37. maaf, hampir OOT, itu kedai kopi di mana ya ? kelihatannya nyaman buat ngopi ?

  38. Padahal Jakarta kerjaannya juga cuma niru-niru luar negeri. trickle down effect?

    Semoga sukses menjajah Jakarta. Atau malah menjajah luar negeri aja langsung. Pasti lebih ok kalo bisa..

  39. 40 aisahamini

    Jakarta ngga enak: puanas, muacet, buanjir, you name it lah!

    *note: yang komen padahal tinggal n cari duit di Jakarta. hehe*

  40. kya…hidup tanpa cinta tu ga enak.
    karena kita ada juga karena cinta DIA

  41. hehehe… buket bukan mas? piroan ik mimik2an di buket?

  42. so sad but true…Jakarta is the capital of every Indonesian’s life.tapi mungkin kadarnya yg terlalu tinggi.jakarta sumpek,tdk manusiawi,ga ramah lingkungan!get sick of it!

  43. eh eh,beneran tuh td ada mbak dian sastro n luna maya?nickname doank atau….asli?

  44. 45 akhlis

    days fly away…I checked this page today,there’s nothin to find but disapointment..no one left comments…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: