hidup yang dingin dan pekat

01Feb07

….tak sekalipun aku
berhasil melukis wajahmu
telah seribu pun aku gagal
apalagi melukis air matamu
jejak langkah lambatmu pun
tak tertangkap tanah basah pagi ini
tidak pula di lain waktu
tidak pula di catatan hidupmu

28 oktober tahun silam,
juga di taman tempat berdiri pagi ini
wajahmu menghilang dari lukisan,
tubuhmu tak terlihat mataku
hanya tetes air mata
dingin dan pekat seperti salju
dan sepatah kata
: sejarah itu bisu dan kelam….



5 Responses to “hidup yang dingin dan pekat”

  1. Heii Emenev…..lama tak ke sini

  2. mantap tenan puisimu kan munip

  3. lagi sedih ya Nif…
    sandarkanlah bahumu di bahuku
    kan ku dengar segala rintihmu
    kan ku buang segala kesedihanmu
    huekss…
    hehehe…
    ayo semangat Nif !!!

  4. ih bisa aja sih =) jadi ikutan syedih baca puisi yang ini..

    reka ulang memori terkadang malah membunuh..

  5. 5 ardani

    haiii nice t meet you
    tq y dah mau ngobol breng ak c u


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: