Kacangan Tapi Laris

19Dec06

Si A
Kok bisa ya, buku seperti ini menjadi buku best seller? Cara bertuturnya datar, tidak ada eksplorasi kata. Terus ide yang diangkatpun biasa saja, tidak ada yang baru. Saya sudah membaca berkali-kali, tapi tidak menemukan di mana sesuatu yang bisa dikatakan bagus dalam buku ini.

Si B
Ah, kamu sentimen kali dengan si pembuat buku. Kalau ngga bagus mana mungkin buku itu bisa menjadi best seller. Mana mungkin ratusan ribu orang tertipu barang yang sama. Atau, mungkin kamu yang tidak bisa memahami isi buku itu?

Si A
Iya ya, mungkin aku sentimen dengan si penulis buku. Ya habis orangnya aja seperti itu, masak menulis novel tentang moral dan berlatar belakang agama.

Si B
Siapa tau orangnya sudah berubah. Atau siapa tau orangnya hanya berbuat seperti itu terhadap kamu. Eh, sebenarnya kita lagi ngomongin buku apa sih?
Payah kamu! Aku pikir kamu tau dengan novel yang aku bicarakan. Tebak sendiri deh!



5 Responses to “Kacangan Tapi Laris”

  1. makanya nif.
    tulis buku!!
    Ayooooo!!

  2. Ayoooo……

  3. jawabannya simple, setiap orang butuh sesuatu yang ringan untuk di konsumsi. apapun bentuknya.

  4. buku opo sih Nif *penasaran*
    koe gek ndang gawe buku,, ngko tak rewangi moco wes 😀

  5. numpang lewat om…

    hmm, buku tentang moral berlatar belakang agama? opo ya?
    1. da vinci code?
    2. da peci kode?
    3. angel n demon?
    4. jakarta underkover?? (lho..)

    wah, teori ngawurnya sih, lha wong peribahasa dari inggeris sono juga bilang “sell like peanut”, ya jelas kacang itu pasti laku keras to? 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: