Percuma! Ngga Ada yang Peduli

09Nov06

Beberapa waktu lalu, temen-temen merencanakan untuk demontrasi. Idenya dari Edi, Pemimpin Umum Surat Kabar Mahasiswa AMANAT. Kita juga satu komunitas di Kampoeng Sastra Suketteki Semarang. Ya, tampaknya dia mulai jengah dengan perkembangan politik yang berlangsung. Pemimpin bangsa ini udah mulai sibuk mempersiapkan pemilu 2009, sehingga semua pekerjaan mereka mengarah ke sana, bukan untuk kesejahteraan rakyat!
Ada juga sih yang usul tentang masalah Tommy Soeharto. Hanya saja kalau demo masalah Tommy tentu tidak efektif. Jangan-jangan ngga ada media yang meliput—tahu sendiri kan, beberapa media massa terutama televisi berada di bawah tangan keluarga Cendana.


Padahal dalam kasus Tommy ini, seperti kata beberapa pengamat, rasa keadilan telah tercabik. Masak pembunuh pejabat negara hanya menjalani masa hukuman hanya sekitar 5 tahun. Padahal dengan vonis hanya 15 tahun kemudian dipotong hanya 10 tahun itu udah terlalu ringan untuk pembunuhan berencana.
Karena ada beberapa ide yang muncul, aku mengajak temen-temen untuk menemui pakar politik, Joko J Prihatmoko, sekalian silaturahmi lebaran. Temen-temen sepakat dan kemarin malam kita pergi ke rumah anggota KPUD tersebut.
Kita bicara banyak hal, salah satunya tentu tentang rencana domonstrasi tersebut. Pada dasarnya Joko J Prihatmoko mendukung hal tersebut. Namun sebaiknya ngga usah dilakukan. Percuma ngga ada yang peduli, katanya.
Kita kita mau pulang dari rumahnya, eh Penulis buku Pemilu dan Konsolidasi Demokrasi ini nanya. “Kapan kamu mau nikah?”
“Nanti Mas kalo udah umur 30, hehe…”



4 Responses to “Percuma! Ngga Ada yang Peduli”

  1. Yah jelas nih, orang jaman sekarang mana peduli yang begitu-begituan
    mereka lebih peduli yang langsung ada hasilnya.

    Misalnya : Lapangan Pekerjaan, Minyak Tanah, Makanan, dst…

    contohnya aku… aku malah luwih mikir kapan aku lulus daripada si Tommy.
    Nonton ning infotainmen sampe eneg

  2. “Ada juga sih yang usul tentang masalah Tommy Soeharto. Hanya saja kalau demo masalah Tommy tentu tidak efektif. Jangan-jangan ngga ada media yang meliput—tahu sendiri kan, beberapa media massa terutama televisi berada di bawah tangan keluarga Cendana.”

    Ihh.. masa alasannya “karena” tidak akan ada media yang meliput? hehehe… Itu mah demo mencari “popularitas”. Demo ya demo aja, diliput media or not, jangan jadi prioritas, hehehe…

    Ehh, kapan ada diskusi sastra di komunitas rumputteki? Undang-undang ya?

  3. wahhh…kalo politik aku gak melu2…

    lebih setuju ama yg terakhir itu….kapan??? huehehe

  4. iya kapan acara suket teky msksn22…. kita-kita juga di undang


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: