Setelah Ketupat Lebaran Berganti Nasi

02Nov06

Puasa hari terakhir, semua orang bersiap menyambut hari kemenangan. Ada anak-anak yang ribut dengan baju lebaran, ada ibu-ibu yang menyiapkan masakan khas lebaran, ada bapak-bapak yang bersih-bersih rumah, ada orang-orang yang berhimpitan di kereta untuk pulang kampung, dan ada pula yang sibuk menerima ataupun mengirim parcel.
Seolah tak mau ketinggalan, televisi, koran, ataupun media massa lainnya pun banyak menampilkan acara ataupun rubrik khusus untuk menyambut lebaran. Begitu pula dengan tempat-tempat publik dan tempat peribadatan. Lampu-lampu jalan ada yang dibuat berwarna-warni ataupun dihias secara khusus. Tempat-tempat ibadah dibersihkan, sound system di tambah secara khusus untuk takbiran. Semua menuju pada satu titik, merayakan hari raya idul fitri.


Saat adzan maghrib berkumandang dan dilanjutkan dengan takbir, semua seolah tenggelam dalam ritual keagamaan. Ada yang kemudian berarakan keliling kota untuk bertakbir, ada yang hanya berkeliling di lingkungan sekitar, ada pula yang hanya di masjid dengan menggunakan pengeras suara.
Paginya semua orang berbondong-bondong melaksanakan sholat ied. Ada yang di lapangan ada pula yang di masjid-masjid. Yang jelas semua tempat pelaksanaan sholat ied penuh sesak dengan jamaah sholat. Saat takbir dikumandangkan semua menyambut dengan gegap gembita, dan saat sholat dilaksanaan semua terlihat dalam kekhusukan.
Setelah itu semua berbondong-bondong bersilaturahmi. Semua orang membuka maaf untuk melebur dosa. Ada anak yang menangis bersimpuh di hadapan kaki orang tuanya, ada yang hanya sekadar bersalaman dan berucap maaf, ada pula anak-anak kecil yang begitu bergembira menikmati hari lebaran. Hari itu seolah semua orang benar-benar berada dalam kemenangan.
Hari berganti, lebaran telah usai. Ketupat telah habis dan berganti dengan nasi. Aku duduk di kursi menyimak berita di televisi. Tawuran warga terjadi di beberapa kota. Mereka seolah tak peduli baru saja merayakan idul fitri, hari yang suci. Rupanya puasa kita yang sebulan penuh, gegap gempita kita menyambut idul fitri, tak cukup berarti untuk meredam emosi kita, bahkan di hari idul fitri itu sendiri!



No Responses Yet to “Setelah Ketupat Lebaran Berganti Nasi”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: