Kakeknya Dian Sastro

27Aug05

Image hosted by TinyPic.com

Beberapa hari ini aku banyak mencari dan mendalami naskah seputar Sumpah Pemuda. Ada salah satu yang cukup menarik yang kutemukan, yaitu: Dian Sastrowardoyo.

Dalam artikel Prof Mr Sunario; Tokoh Sumpah Pemuda, dan Manifesto Politik 1925 yang ditulis oleh Dr Asvi Warman Adam, tertulis bahwa Prof Mr Sunario adalah kakek dari Dian Sastrowardoyo. Dari sini saya menemukan bahwa kerja keras dan kejujuran tak akan pernah sia-sia. Kalau kita tidak bisa menikmatinya mungkin anak cucu kita nanti yang akan memetik hasilnya.

Ada sebuah pertanyaan kenapa Dian Sastro bisa menjadi ikon kebangkitan film Indonesia saat ini. Padahal kalau dilihat seni perannya masih kalah dengan, katakanlah Cristine Hakim. Atau dari soal tampang, bukanakah artis-artis sinetron yang bertebaran di teve banyak yang lebih seksi dari dia.

Banyak yang mengatakan itu adalah inner beauty ataupun pembentukan image yang tepat. Tapi aku lebih percaya itu hasil kerja keras dan kejujuran. Yang talah dimulai sejak kakeknya.

Tahun 1925 Prof Mr Sunario bersama rekan-rekannya telah membuat Manifesto Politik. Berikut kutipan dari artikel Dr Asvi Warman Adam:

Manifesto Politik 1925 itu pada intinya berisi prinsip perjuangan yakni unity (persatuan), equality (kesetaraan), dan liberty (kemerdekaan). Sedangkan Sumpah Pemuda sebagaimana ada pada memori kolektif bangsa ini hanya menonjolkan persatuan. Paling tidak demikianlah yang tertanam dalam memori kolektif masyarakat Indonesia selama ini melalui slogan populer “satu nusa, satu bangsa, satu bahasa”.

Selain itu Prof Mr Sunaryo juga dikenal dengan sikap sederhana dan jujurnya. Berikut kutipan dari artikel Dr Asvi Warman Adam:

Kakek dari bintang sinetron Dian Sastrowardoyo ini terkenal sederhana, setelah pensiun ia mengajar di beberapa perguruan tinggi. Tidak punya mobil sendiri, dari rumah di Jalan Raden Saleh, Jakarta, ia pergi ke kampus naik bis kota atau bajaj. Sempat membuat heboh pejabat Departemen Luar Negeri ketika suatu saat Sunario yang mantan Menlu ini datang ke Pejambon dengan naik sepeda.

Pelajaran utama yang selalu diajarkan kepada anak-anaknya serta dijalaninya sendiri adalah hidup jujur. Kenapa harus jujur? Alasannya sederhana, supaya malam hari bisa tidur nyenyak. Barangkali itulah salah satu resep panjang umur tokoh yang sempat mengecap usia di atas 90 tahun.



One Response to “Kakeknya Dian Sastro”

  1. Artikel anda di

    http://selebritis.infogue.com/kakeknya_dian_sastro

    promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: