Lelaki Malam

03Jun05

Image hosted by TinyPic.com

saat kau mengguncang tubuh lelahku
aku belum sempat memulai sebuah mimpi buruk
letak tidurku pun masih terpaku
dalam beku garis sendi

jika saja aku tak menangkap bayangmu
mungkin aku sudah mengumpat keadaan ini
seperti dirimu yang tak pernah mengeluhkan keputusan burukku
datangmu selalu memberi inspirasi kesejukan jiwa
meski pun kau datang di waktu yang terlalu tidak tepat

aku menunggumu, kataku sambil mencoba membuka mata dan tersenyum

kenapa kau selalu katakan itu dalam setiap pertemuan kita, katamu

kuangkat tubuh ini dan duduk di bibir tempat tidur, tepat di sisi tubuhmu
di antara mulutmu dan mulutku yang hampir tak berjarak
aku katakan dengan lambat: kau pasti tau, kenapa aku ucapkan itu
kau hanya diam dan menatap mataku untuk mencari jawaban

aku berpaling dari tatapanmu
karna aku selalu tidak sanggup menatap keindahan itu
terlalu mewah buatku

cerpenmu yang dimuat majalah kampus bagus, kataku

kau tersenyum
berlahan membuka tas kecil
dan meyodorkan puisi kepadaku

aku bersila, membacanya di ujung ruang
di sisi tumpukan buku yang berserak
dan kau melihatku dari bibir tempat tidur

tak lama, aku telah menyelesaikannya
aku hanya terdiam
mata kita kembali bertatapan
aku berdiri dan mendekat ke arahmu
kau berdiri tepat di hadapanku

tragedi atau anugerah, kataku



4 Responses to “Lelaki Malam”

  1. weleeh.. ada mariana.. ayu tenan..

  2. weleeh.. ada mariana.. ayu tenan..

  3. weleeh.. ada mariana.. ayu tenan..

  4. anugerah donk 🙂
    masa tragedi sih??–>


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: