<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Niff Blog</title>
	<atom:link href="http://munif.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://munif.wordpress.com</link>
	<description>Gejolak Kawula Muda</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Dec 2008 12:19:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='munif.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/685f9116f7550a68cb14ed2070405325?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Niff Blog</title>
		<link>http://munif.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Tiga Jalan Cinta</title>
		<link>http://munif.wordpress.com/2008/12/20/tiga-jalan-cinta/</link>
		<comments>http://munif.wordpress.com/2008/12/20/tiga-jalan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 12:18:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>munif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munif.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Percayalah tiap manusia memiliki jalan cintanya sendiri. Dan kita bisa merenungi bagaimana jalan cinta yang sedang kita jalani sambil menikmati goyang maut seorang Dian Sastrowardoyo. Saya sendiri sampai &#8220;glekk&#8221; melihat liukan seksi Dian Sastro dalam sebuah adegan di atas panggung dangdut, sambil ingat ortu di rumah, dan menyadari betapa berharganya masih memiliki ortu.
Saya rasa orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=164&subd=munif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-165" style="margin-left:0;margin-right:4px;" title="dona-satelit-post" src="http://munif.files.wordpress.com/2008/12/dona-satelit-post.jpg?w=265&#038;h=180" alt="dona-satelit-post" width="265" height="180" />Percayalah tiap manusia memiliki jalan cintanya sendiri. Dan kita bisa merenungi bagaimana jalan cinta yang sedang kita jalani sambil menikmati goyang maut seorang Dian Sastrowardoyo. Saya sendiri sampai &#8220;glekk&#8221; melihat liukan seksi Dian Sastro dalam sebuah adegan di atas panggung dangdut, sambil ingat ortu di rumah, dan menyadari betapa berharganya masih memiliki ortu.</p>
<p>Saya rasa orang lain yang menonton film <a href="http://www.3doa3cinta.com">3 Doa 3 Cinta</a> ini juga akan merasakan sesuatu yang tidak jauh berbeda dengan yang saya rasakan saat menonton film tersebut. Mungkin sesekali kita juga akan terpingkal menyaksikan beberapa adegan satir yang sebenarnya sangat menohok prilaku kita sehari-hari. Seperti ketika Dona Satelit (Dian Sastrowardoyo) mencium Huda (Nicholas Saputra) dan Huda mengucapkan kalimat <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Istighfar">istighfar</a>. Adegan tersebut sepertinya sangat lucu, tapi begitulah adanya kehidupan seorang santri. <span id="more-164"></span></p>
<p>Itu hanya sepenggal kehidupan santri ala Huda, yang sejak umur 11 tahun ditinggalkan ibunya di pesantren. Cinta Huda akan ibunya inilah yang mempertemukan dia dengan Dona Satelit. Mengetahui Dona Satelit pernah tinggal di Jakarta, Huda yang menyimpan alamat ibunya langsung meminta batuan Dona untuk mencarikan alamat tersebut. Kisah Huda dan Dona mengalir dan membawa kita untuk menebak akhir bahagia dari perjalanan cinta tersebut, tapi film ini memberi akhir yang berbeda dengan sangat cerdik.</p>
<p>Agak mirip dari jalan cinta Huda, adalah jalan cinta Rian (Yoga Pratama). Jika Huda merindukan kehadiran ibunya, Rian merindukan kehadiran ayahnya yang telah meninggal. Rian menemukan sosok ayahnya tersebut dalam diri Pak Toha (Butet Kertarajasa) seorang pemutar proyektor layar tancap. Keinginan Rian meneruskan bisnis video syuting yang telah dirintis bapaknya lah yang menemenukan Rian dengan Pak Toha dalam sebuah pasar malam di dekat lingkungan pesantren.</p>
<p>Jalan cinta ketiga adalah jalan cinta Syahid (Yoga Bagus). Digambarkan sebagai anak baik-baik yang tidak banyak polah, Syahid memiliki latar belakang dari keluarga yang miskin. Hidup Syahid sangat kekurangan, bahkan untuk makan saja Sahid banyak menerima bantuan dari temannya. Ditambah sakit keras yang diderita ayahnya lengkap sudah penderitaan seorang Sahid. Biaya berobat yang tidak terjangkau, membuat Sahid putus asa, dia bergabung dengan kelompok muslim garis keras. Cerita Sahid inilah yang seolah memberi jawaban, latar belakang pelaku bom Bali.</p>
<p>Film yang penulis naskah dan sutradaranya Nurman Hakim ini, mampu menyatukan tiga jalan cinta tersebut dalam rangkaian yang apik dan brilian. Mereka bertiga bersahabat tapi memiliki jalan cintanya sendiri. Selain itu, film ini juga tidak hanya mampu menampilkan kehidupan pondok pesantren secara apik tapi juga mampu memotret kehidapan masyarakat Indonesia secara brilian. Dan yang juga penting, film ini mampu mengaitkan potret kehidupan tersebut dengan issue hangat yang belum sepenuhnya terjawab. Film ini seolah memberi jawaban bagaimana latar belakang pelaku bom bunuh diri. Jadi, rugi besar jika kita tidak menonton film diprodeseri tiga orang sekaligus ini, Nan T. Achnas, Adiyanto Sumarjono, dan Nurman Hakim.</p>
<p>Foto diambil dari <a href="http://www.3doa3cinta.com">sini</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/munif.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/munif.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/munif.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/munif.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/munif.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/munif.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/munif.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/munif.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/munif.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/munif.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=164&subd=munif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munif.wordpress.com/2008/12/20/tiga-jalan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">munif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://munif.files.wordpress.com/2008/12/dona-satelit-post.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dona-satelit-post</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pertanyaan Kejam untuk Blog</title>
		<link>http://munif.wordpress.com/2008/10/27/pertanyaan-kejam-untuk-blog/</link>
		<comments>http://munif.wordpress.com/2008/10/27/pertanyaan-kejam-untuk-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 04:56:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>munif</dc:creator>
				<category><![CDATA[komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munif.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Apakah blog bisa mengatasi kemiskinan? Apakah blog bisa membantu petani dan nelayan untuk meningkatkan kesejahteraannya?
Pertanyaan tersebut meluncur begitu saja dari mulut seorang wartawati sebuah harian besar di tanah air. Wajahnya yang cantik semakin menenggelamkan saya dalam riuh suara gelak tawa pengunjung kafe. Sebagai blogger gadungan, saya tidak cukup siap untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dan sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=152&subd=munif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://munif.files.wordpress.com/2008/10/blogtoday.png"><img class="alignleft size-full wp-image-153" title="blogtoday" src="http://munif.files.wordpress.com/2008/10/blogtoday.png?w=158&#038;h=188" alt="" width="158" height="188" /></a><em>Apakah blog bisa mengatasi kemiskinan? Apakah blog bisa membantu petani dan nelayan untuk meningkatkan kesejahteraannya?</em></p>
<p>Pertanyaan tersebut meluncur begitu saja dari mulut seorang wartawati sebuah harian besar di tanah air. Wajahnya yang cantik semakin menenggelamkan saya dalam riuh suara gelak tawa pengunjung kafe. Sebagai blogger gadungan, saya tidak cukup siap untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dan sudah bisa ditebak, jawaban yang saya berikan tentu sama sekali tidak membuatnya bangga berada di depan saya. <span id="more-152"></span></p>
<p>Waktu berlalu. Di hari blogger ini, pertanyaan itu kembali melintas di benak saya. Sudah sejak 2003 menginjak di dunia blog, saya tidak pernah berpikir sejauh itu tentang blog. Bagi saya blog hanya sebuah media dan bukan menjadi fungsi media untuk mengatasi kemiskinan. Jangan kan blog, pemerintah saja sampai sekarang tidak mampu menangani kemiskinan.</p>
<p>Namun seorang senior yang saya hormati pernah mengatakan, setiap pertanyaan adalah amanat. Sebuah pertanyaan itu tidak muncul begitu saja dan tidak semua orang mendapat pertanyaan yang kita dapat.</p>
<p>Postingan ini tentu tidak saya arahkan untuk menjawab pertanyaan di atas, karena akan butuh tulisan yang panjang, yang tentu akan membuat kita bosan untuk membacanya. Saya hanya ingin menyampaikan, jika saya sebagai blogger yang tidak mendapat bayaran apapun harus mendapat amanat pertanyaan seperti itu, tentu saya punya hak untuk menonjok muka pemerintah yang belum mampu memperbaiki nasib petani dan nelayan!</p>
<div><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Andalus;"><strong>Postingan Serempak Toekang Loenpia di Hari Blog Nasional<br />
</strong></span></div>
<div><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Andalus;">1. <a href="http://blog.budiyono.net/2008/10/27/sejarah-boku-baka-blog-yang-nggak-penting/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Sejarah blog boku baka </span></a><br />
2. <a href="http://alifurrahman.blogspot.com/2008/10/sumpah-pemuda-masihkah-ada-kini.html" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Sumpah pemuda masihkah ada</span></a><br />
3. <a href="http://monstress-idu.com/blog/?p=112" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Me as blogger</span></a><br />
4. <a href="http://ple-q.com/2008/10/27/apakah-ngeblog-itu-susah/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Apakah ngeblog itu susah?!?</span></a><br />
5. <a href="http://blog.mizanul.net/2008/10/pantai-glagah/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Pantai Glagah</span></a><br />
6. <a href="http://okkyokha.wordpress.com/2008/10/27/sejarah-berdirinya-tugu-muda/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Sejarah berdirinya tugu muda</span></a><br />
7. <a href="http://tarsio.blogspot.com/2008/10/lagi-ketagihan-dengerin-toto.html" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Lagi ketagihan dengerin toto</span></a><br />
8. <a href="http://tukangecuprus.wordpress.com/2008/10/27/hari-blogger-nasional/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Hari blogger nasional</span></a><br />
9. <a href="http://coretan.novpras.com/2008/10/27/go-blog-or-goblog/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Go blog or goblog</span></a><br />
10. <a href="http://wiwikwae.blogspot.com/2008/10/sehari-setelah-hari-jumat.html" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Sehari setelah hari jum’at</span></a><br />
11. <a href="http://blog.hyudee.com/2008/10/27/jumat-sibuks-tapi-menyenangkan/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Jum’at sibuks tapi menyenangkan</span></a><br />
12. <a href="http://gilaorganic.blogspot.com/2008/10/well-teman-teman-berhubung-kesepakatan.html" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Well teman teman berhubung kesepakatan</span></a><br />
13. <a href="http://ikankoi.wordpress.com/2008/10/27/korupsi-tetap-jalan/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Korupsi tetap jalan</span></a><br />
14 <a href="http://just-drop-by.blogspot.com/2008/10/bloggers-day.html" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Blogger’s day</span></a><br />
15. <a href="http://blog.haka.web.id/index.php/2008/10/27/postingan-yang-tertunda-dan-papercraft-pertama/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Postingan yang tertunda dan papercraft pertama</span></a><br />
16. <a href="http://kleinetheresia.blogsome.com/2008/10/27/dolan-kaliyan-tiyang-ngganteng/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Doyan kaliyan tiyang ngganteng</span></a><br />
17. <a href="http://kleinetheresia.blogsome.com/2008/10/27/my-first-writing-assignment-after-correction/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">My first assigment after correction</span></a><br />
18. <a href="http://noteof-life.blogspot.com/2008/10/happy-blog-day.html" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Happy blog day</span></a><br />
19. <a href="http://blog.faniez.net/2008/10/27/whoaa-sudah-5-tahun-ngeblog/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Whoa sudah 5 tahun nge-blog </span></a><br />
20. <a href="http://inikian.wordpress.com/2008/10/27/ini-berbuatlah-dengan-hati/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Berbuatlah dengan hati</span></a><br />
21. <a href="../2008/10/27/pertanyaan-kejam-untuk-blog/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Pertanyaan kejam untuk blog</span></a><br />
22. <a href="http://dwipram.wordpress.com/2008/10/27/out-of-the-box-2/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Out of the box</span></a><br />
23. <a href="http://hijaubiru.wordpress.com/2008/10/27/bicara-cinta/#comment-93" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Bicara cinta</span></a><br />
24. <a href="http://minesweet.blogspot.com/2008/10/mengajar-dan-belajar-blog.html" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Mengajar dan belajar blog</span></a><br />
25. <a href="http://escoret.net/blog/?p=1034#more-1034" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Penjara ala escoret</span></a><br />
26. <a href="http://sukawi.blogspot.com/2008/10/blog-menjembatani-dua-dunia.html" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Blog: menjembatani dua dunia</span></a><br />
27. <a href="http://the-prasetyos.net/blog/2008/10/27/sekelumit-logging-while-drilling-part-1/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Sekelumit logging while drilling</span></a><br />
28. <a href="http://beebob.wordpress.com/2008/10/27/hari-ini/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Hari ini</span></a><br />
29. <a href="http://www.sofyanr.com/blog-reformasi-informasi-dan-dunia-yang-datar.html" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Blog, Informasi, reformasi dan dunia yang datar</span></a><br />
30. <a href="http://19bee.blogspot.com/2008/10/hati-hati.html" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Kurasa hatiku</span></a><br />
31. <a href="http://blog.fiandigital.web.id/2008/10/27/awalnya-untuk-curhat-sekarang-mesin-online-penghasil-uang/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Awalnya untuk curhat, sekarang mesin penghasil uang</span></a><br />
32. <a href="http://ariwibowo.wordpress.com/2008/10/27/look-ma-the-special-one/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Look ma, the special one</span></a><br />
33. <a href="http://udeystar.blogspot.com/2008/10/blog-blig-blug-blaq.html" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Blog, blig, blug, blag</span></a><br />
34. <a href="http://zetabangun.blogspot.com/2008/10/blogger.html#comments" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Blogger!!</span></a><br />
35. <a href="http://blog.wongsableng.com/2008/10/27/yang-bener-ngeblog-ato-ngeposting/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Yang bener ngeblog atau ngeposting?!?</span></a><br />
36. <a href="http://nissadwi.blogspot.com/2008/10/pacaran-yes-seks-bebas-no.html#comments" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Pacaran yes sex bebas no</span></a><br />
37. <a href="http://blogarif.wordpress.com/2008/10/27/selamat-hari-blogger/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Selamat hari blogger</span></a><br />
38. <a href="http://flyingcow.wordpress.com/2008/10/27/hari-blogger-what/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Hari blogger what?</span></a><br />
39. <a href="http://membleaje.com/?p=23" target="_blank"><span style="color:#b30000;">I just blogged today</span></a><br />
40. <a href="http://stevanushk.co.cc/?p=14" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Just blog it</span></a><br />
41. <a href="http://blog.didut.net/2008/10/27/sahabat/" target="_blank"><span style="color:#b30000;">Sahabat</span></a></span></div>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p><span> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/munif.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/munif.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/munif.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/munif.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/munif.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/munif.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/munif.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/munif.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/munif.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/munif.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=152&subd=munif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munif.wordpress.com/2008/10/27/pertanyaan-kejam-untuk-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">munif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://munif.files.wordpress.com/2008/10/blogtoday.png" medium="image">
			<media:title type="html">blogtoday</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Loenpia.Net Adalah Kutukan</title>
		<link>http://munif.wordpress.com/2008/10/16/menjadi-loenpianet-adalah-kutukan/</link>
		<comments>http://munif.wordpress.com/2008/10/16/menjadi-loenpianet-adalah-kutukan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 01:37:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>munif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munif.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Ya, ada beban berat yang dibebankan di pudak Loenpia. Bisa jadi beban itu lebih berat daripada yang dipikul Walikota Semarang. Ah saya terlalu berlebihan? Ok beri saya waktu untuk menjelaskannya.
Begini, kamu tahu Semarang kan? Kota yang pernah dijadikan ibu kota waktu pendudukan Belanda saat menjajah wilayah yang sekarang diberi nama Indonesia ini, diakui atau tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=133&subd=munif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://munif.files.wordpress.com/2008/10/ultah-loenpia3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-140" style="margin-left:1px;margin-right:4px;" title="ultah-loenpia3" src="http://munif.files.wordpress.com/2008/10/ultah-loenpia3.jpg?w=250&#038;h=180" alt="" width="250" height="180" /></a>Ya, ada beban berat yang dibebankan di pudak <a href="http://loenpia.net">Loenpia</a>. Bisa jadi beban itu lebih berat daripada yang dipikul Walikota Semarang. Ah saya terlalu berlebihan? Ok beri saya waktu untuk menjelaskannya.</p>
<p>Begini, kamu tahu Semarang kan? Kota yang pernah dijadikan ibu kota waktu pendudukan Belanda saat menjajah wilayah yang sekarang diberi nama Indonesia ini, diakui atau tidak memang menyimpan berbagai tempat dan sejarah yang patut dibanggakan. Ironisnya generasi di atas kita, yang telah tinggal dan mencari penghidupan di Semarang, tidak cukup peduli dengan kota yang pernah dijuluki sebagai Venice van Java ini. <span id="more-133"></span></p>
<p>Saya ingat, ketika bersama beberapa teman Loenpia mencari info di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Semarang_Tawang">Stasiun Tawang</a>, salah seorang pengelola senior bercerita bagaimana dulu Belanda mengembangkan kota Semarang ini. Saat itu menurutnya, pembangunan sangat terencana dan memiliki tujuan yang jelas. Karena bidangnya di kereta api, si Bapak mengungkapkan, semua pembangunan transportasi kereta api di Semarang saat pemerintahan Belanda memiliki satu tujuan, yaitu membawa rempah-rempah ke pelabuhan.</p>
<p>Generasi pendahulu kita di Semarang, bisa dikatakan kurang bisa melanjutkan pembangunan yang telah ada sebelumnya. Yang terjadi adalah Semarang tanpa pembangunan yang terarah. Setiap pergantian pemerintahan daerah, setiap itu pula kepentingan dan agenda baru diusung. Hasilnya, Semarang tetap menjadi kota yang kalah bersaing dengan kota besar lain di Indonesia.</p>
<p>Ya, tentu generasi mudalah yang harus memperbaiki ini, menjadikan kota Semarang sebagai kota besar yang tidak lagi ketinggalan dari kota besar lainnya. Tanggungjawab itulah yang dipikul Loenpia, yang di dalamnya berisi kumpulan anak-anak muda Semarang yang tentunya berpikiran lebih maju, karena lebih banyak tahu dan lebih cepat dalam mengakses informasi dari seluruh dunia.</p>
<p>Loenpia seharusnya sudah siap untuk itu, karena di dalamnya telah lengkap talenta yang ada dan akan semakin bertambah seiring perkembangan waktu. Sekarang saja, mulai dari yang ahli di bidang teknologi, komunikasi, ekonomi, arsitektur, sastra, hukum, dan berbagai talenta lainnya telah ada di Loenpia. Tentu Loenpia bukanlah milik kami saja yang telah bergabung di dalamnya, tapi juga milik kita semua, warga Semarang dan sekitarnya.</p>
<p>Selamat ulang tahun yang ketiga Loenpia. Jika tiga tahun saja sudah sebesar ini, tentu tidak ada alasan untuk tidak menjadi lebih besar lagi.</p>
<p>Semua untuk Loenpia.Net:</p>
<p>1. Mizan  &#8211; <a href="http://blog.mizanul.net/2008/10/loenpia-ku-keluargaku/">Loenpia ku keluargaku</a><br />
2. H4rs &#8211; <a href="http://blog.wongsableng.com/2008/10/14/hasrat-hati-bersama-loenpia/">Hasrat hati bersama Loenpia</a><br />
3. Steyla &#8211; <a href="http://theishtar.wordpress.com/2008/10/14/loenpia/">Loenpia</a><br />
4. Kian &#8211; <a href="http://inikian.wordpress.com/2008/10/14/ini-loenpia-membuat-benci-menjadi-cinta/">Ini Loenpia membuat benci menjadi cinta</a><br />
5. Evie &#8211; <a href="http://passion-vie.blogspot.com/2008/10/lebih.html">Lebih</a><br />
6. Budiyono &#8211; <a href="http://blog.budiyono.net/2008/10/15/ke-loenpia-aku-pulang/" target="_blank">Ke loenpia aku pulang</a><br />
7. Ari W &#8211; <a href="http://ariwibowo.wordpress.com/2008/10/15/look-ma-loenpianet/">Look ma, Loenpia.net</a><br />
8. Mbak Wiwik &#8211; <a href="http://wiwikwae.blogspot.com/2008/10/from-bottom-of-my-heart-i-love-you-loen.html">From bottom of my heart I love you loen</a><br />
9. Mas Arief &#8211; <a href="http://the-prasetyos.net/blog/2008/10/15/komunitas-hangat-khas-semarang/">Komunitas hangat khas Semarang</a><br />
10. Sofian &#8211; <a href="http://www.sofyanr.com/loenpia-apakabarmu-hari-ini.html">Loenpia apa kabarmu hari ini</a><br />
11. Kingking &#8211; <a href="http://coretan.novpras.com/2008/10/15/happy-birthday-loenpia/">Happy Birthday Loenpia</a><br />
12. Wedhouz &#8211; <a href="http://wedhouz.net/2008/10/15/tiga-tahun-loenpia/">Tiga tahun Loenpia</a><br />
13. Fany &#8211; <a href="http://blog.faniez.net/2008/10/15/selamat-ulang-tahun-yang-ke-3-loenpianet/">Selamat ulang tahun yang ke-3 loenpianet</a><br />
14. Nining-san &#8211; <a href="http://monstress-idu.com/blog/?p=105">Loenpia-ku</a><br />
15. Bunda Salwa &#8211; <a href="http://myidol88.blogspot.com/2008/10/loenpia-big-community-going-to-be.html">Loenpia big community going to be</a><br />
16. Ivan &#8211; <a href="http://stevanushk.co.cc/?p=4">Loenpia, sahabat baruku</a><br />
17. Udey &#8211; <a href="http://udeystar.blogspot.com/2008/10/loenpia-yang-bisa-ultah.html">Loenpia yang bisa ultah</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/munif.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/munif.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/munif.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/munif.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/munif.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/munif.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/munif.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/munif.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/munif.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/munif.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=133&subd=munif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munif.wordpress.com/2008/10/16/menjadi-loenpianet-adalah-kutukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">munif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://munif.files.wordpress.com/2008/10/ultah-loenpia3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ultah-loenpia3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Free Magz Cermin Kemajuan Kota</title>
		<link>http://munif.wordpress.com/2008/09/12/free-magz-cermin-kemajuan-sebuah-kota/</link>
		<comments>http://munif.wordpress.com/2008/09/12/free-magz-cermin-kemajuan-sebuah-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 07:13:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>munif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munif.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Baiklah saya akan bercerita sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan saya. Sudah setahun ini saya berkutat dengan segala hal yang berbau tulisan di Tabloid Simpang5. Satu-satunya media cetak gratis yang mampu bertahan lebih dari tiga tahun di Semarang. Mungkin benar jika ada yang menganggap Tabloid Simpang5 masih mampu bertahan karena back up dana dari induk perusahaan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=125&subd=munif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://munif.files.wordpress.com/2008/09/lawang-sewu.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-124" style="margin-left:1px;margin-right:4px;" title="lawang-sewu" src="http://munif.files.wordpress.com/2008/09/lawang-sewu.jpg?w=250&#038;h=180" alt="" width="250" height="180" /></a>Baiklah saya akan bercerita sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan saya. Sudah setahun ini saya berkutat dengan segala hal yang berbau tulisan di <a href="http://simpang5.wordpress.com">Tabloid Simpang5</a>. Satu-satunya media cetak gratis yang mampu bertahan lebih dari tiga tahun di Semarang. Mungkin benar jika ada yang menganggap Tabloid Simpang5 masih mampu bertahan karena back up dana dari induk perusahaan, yaitu PT Infomedia Nusantara salah satu anak perusahaan PT Telkom.</p>
<p>Tentu itu tidak seluruhnya benar, ada saatnya Tabloid Simpang5 merugi tapi ada saatnya pula meraih untung. Seperti media lainnya, saat-saat awal berdiri adalah saat berat bagi media, target kerugian di tahun pertama adalah hal yang wajar bagi media yang baru berdiri. Di saat itulah back up dana dari induk perusaan pusat sangat diperlukan. Seiring waktu berjalan, saat masyarakat mulai mengenal dan mempercayai Tabloid Simpang5 sebagai media promosi, kami pun mulai meraih untung.<span id="more-125"></span></p>
<p>Gambaran seperti itu pasti akan kita dapati di media lain, terutama yang mengusung konsep sebagai media cetak gratis. Media cetak gratis seperti halnya televisi dan radio, mengandalkan pemasukkan dari pengiklan. Di sini lah kita bisa melihat gambaran kemajuan sebuah kota. Di kota seperti Jakarta, kita akan menemui banyak media cetak gratis. Namun di kota lain belum tentu kita akan mendapatkannya, bahkan bisa jadi hanya di kota dengan tingkat kemajuan ekonomi yang relatif tinggilah media cetak gratis bisa bertahan.</p>
<p>Dengan kondisi seperti itu, media cetak gratis bahkan bisa menempati posisi sebagai penanda sebuah kota. Terutama bagi orang media seperti saya. Tiap ke kota lain pasti mencari media cetak gratis yang terbit di kota tersebut, dan dalam pikiran saya langsung akan terbentuk sebuah citra, bahwa kota ini identik dengan media cetak gratis ini. Kenapa demikian? Media cetak gratis mencerminkan semangat sebuah kota, terutama para generasi mudanya dalam membangun kotanya.</p>
<p>Sesuai pengalaman saya berkecimpung di Tabloid Simpang5, banyak pengiklan maupun pekerja di media cetak gratis sebagian besar dari generasi muda, atau setidaknya mereka yang memiliki semangat muda &#8211; yang kreatif, peka perkembangan, mobile dan beberapa hal lain yang indentik dengan kratifitas. Jadi, tentu tidak terlalu salah jika Free Magz atau pun media cetak gratis lainnya adalah cermin kemajuan kota, tidak hanya saat ini tapi juga untuk ke depan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/munif.wordpress.com/125/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/munif.wordpress.com/125/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/munif.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/munif.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/munif.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/munif.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/munif.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/munif.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/munif.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/munif.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/munif.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/munif.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=125&subd=munif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munif.wordpress.com/2008/09/12/free-magz-cermin-kemajuan-sebuah-kota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">munif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://munif.files.wordpress.com/2008/09/lawang-sewu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lawang-sewu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Gagal Kampanye Anti Cinta</title>
		<link>http://munif.wordpress.com/2008/04/20/kisah-gagal-kampanye-anti-cinta/</link>
		<comments>http://munif.wordpress.com/2008/04/20/kisah-gagal-kampanye-anti-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 03:01:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>munif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munif.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Jika tengah malam saya terbangun, dengan keringat dingin membasahi seluruh tubuh saya, itu bukan karena saya sedang sakit. Jika pekerjaan saya menumpuk di akhir, itu juga bukan karena saya malas mengerjakannya. Jika saya lupa membalas email ataupun sms dari teman atau urusan kerja, itu pasti karena saya lupa. Kenapa? Karena akhir-akhir ini saya sedang sibuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=122&subd=munif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://munif.files.wordpress.com/2008/10/love-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-143" style="margin-left:1px;margin-right:4px;" title="love-1" src="http://munif.files.wordpress.com/2008/10/love-1.jpg?w=250&#038;h=180" alt="" width="250" height="180" /></a>Jika tengah malam saya terbangun, dengan keringat dingin membasahi seluruh tubuh saya, itu bukan karena saya sedang sakit. Jika pekerjaan saya menumpuk di akhir, itu juga bukan karena saya malas mengerjakannya. Jika saya lupa membalas email ataupun sms dari teman atau urusan kerja, itu pasti karena saya lupa. Kenapa? Karena akhir-akhir ini saya sedang sibuk kampanye anti cinta.<br />
Berikut beberapa bagian dalam kampanye anti cinta :</p>
<p><span id="more-122"></span></p>
<h2 style="padding-left:30px;"><strong>Kampanye anti cinta</strong></h2>
<p style="padding-left:30px;"><strong>Latar Belakang</strong><br />
Sejarah banyak melahirkan hal yang salah, seperti kapitalisme, kolonialisme, dan tentu juga cinta. Lebih parahnya sampai hari ini, arti atau definisi cinta itu tidak jelas. Ada yang mengatakan definisi cinta itu luas sehingga tidak bisa dituliskan dengan kata-kata. Dan lebih anehnya lagi meski definisinya belum jelas, kampanye cinta hampir selalu kita dengar setiap detik dalam hidup kita, baik melalui lagu, sinetron, ataupun film. Ironisnya para artis yang getol kampanye cinta itu, pada dasarnya mereka hanya jualan, kehidupan mereka diwarnai dengan gonta-ganti pasangan bagi yang pacaran dan kawin cerai bagi yang menikah. Efek dari kampanye cinta itu, sering mewarnai lembar-lembar media massa. Tentu kita sering mendengar berita seperti ini: &#8220;Oknum TK saling bunuh dengan Oknum SD untuk memperebutkan Bunga&#8221; atau &#8220;Oknum TK membunuh Bunga karena cintanya ditolak&#8221; atau &#8220;Oknum TK memperkosa Bunga karena cintanya ditolak&#8221; atau &#8220;Dua desa tawuran gara-gara cinta&#8221; atau masih banyak berita lainnya. Belum lagi efek-efek kecil dari kampanye cinta, seperti anak sekolah malas belajar karena masih jomblo atau anak kuliah tidak selesai skripsinya karena jomblo. Yah, karena itu semua ayo kita kampanye anti cinta!<br />
<strong></strong></p>
<p style="padding-left:30px;"><strong>Tokoh dan Tujuan</strong><br />
Kampanye Anti Cinta adalah sebuah kampanye atau gerakan yang dipelopori oleh Munif yang bertujuan untuk membuktikan cinta itu hanyalah sebuah hiasan yang tidak berarti lebih dalam kehidupan keseharian. Kampanye yang juga didedikasikan bagi mereka yang pernah disakiti atau trauma karena cinta. Pekikan perjuangan yang paling santer terdengar adalah :&#8221;Love Is Hoax&#8221;.</p>
<p style="padding-left:30px;"><strong>Target Kampanye</strong><br />
1. Dihapuskannya kata cinta dari Kamus Besar Bahasa Indonesia<br />
2. Manusia jadi lebih bersikap realistis, logis, dan manis</p>
<p>Tapi kampanye itu telah gagal!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/munif.wordpress.com/122/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/munif.wordpress.com/122/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/munif.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/munif.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/munif.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/munif.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/munif.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/munif.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/munif.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/munif.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/munif.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/munif.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=122&subd=munif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munif.wordpress.com/2008/04/20/kisah-gagal-kampanye-anti-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">munif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://munif.files.wordpress.com/2008/10/love-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">love-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Muda yang Melawan</title>
		<link>http://munif.wordpress.com/2008/02/02/yang-muda-yang-melawan/</link>
		<comments>http://munif.wordpress.com/2008/02/02/yang-muda-yang-melawan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 02:49:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>munif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munif.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Anak muda kok sukanya membeo, huh! Indonesia banget deh. Apa-apa yang datangnya dari barat pasti dianggap keren. Begitu pula dengan kawula muda di daerah, apa-apa yang datang dari Jakarta selalu dianggap keren! Mau mengakui itu atau tidak? Itu sih tergantung yang telah kita perbuat.
Ngomong-ngomong soal membeo, saya jadi ingat ketika saya nongkrong di salah satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=120&subd=munif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://munif.files.wordpress.com/2008/02/kedai-kopi.jpg" title="kedai-kopi.jpg"><img src="http://munif.files.wordpress.com/2008/02/kedai-kopi.jpg" alt="kedai-kopi.jpg" align="left" border="1" hspace="5" /></a>Anak muda kok sukanya membeo, huh! Indonesia banget deh. Apa-apa yang datangnya dari barat pasti dianggap keren. Begitu pula dengan kawula muda di daerah, apa-apa yang datang dari Jakarta selalu dianggap keren! Mau mengakui itu atau tidak? Itu sih tergantung yang telah kita perbuat.</p>
<p>Ngomong-ngomong soal membeo, saya jadi ingat ketika saya nongkrong di salah satu kedai kopi di Semarang. Beruntunglah diriku ini, karena yang menemani nongkrong adalah si pemilik kedai. Cerita punya cerita, kita pun ngobrol panjang lebar. Ternyata, si pemilik kedai ini, memiliki idealisme yang kuat, dan usianya masih cukup muda. Dia masih tercatat sebagai mahasiswa angkatan 1998, sama seperti saya. Cuman saya sudah lupus, dia hampir lulus. Cuman lagi dia udah punya usaha saya masih ikut perusahaan orang. Terus apa yang saya dan pemilik kedai bahas?<br />
<span id="more-120"></span><br />
Penjajahan, pembeoan, dan perlawanan. Gatot, nama pengusaha muda itu mengakui, berdasarakan pengalamannya selama berbisnis, kultur anak muda Semarang adalah kultur pembeo (meski tidak semuanya sih). Apa-apa yang datang dari Jakarta pasti disambut dengan gegap gempita!</p>
<p>Nah, melihat iklim semacam itu, sebagai putra daerah Gatot merasa tertantang. Masak sih hanya Jakarta yang bisa menjajah daerah. Dia pun mencanangkan target untuk menjajah Jakarta. Target yang sangat realistis menurutku. Bagaimana tidak? Baru lima tahun membuka usaha di Semarang, Gatot kini sudah memiliki lima unit usaha, padahal dia berawal benar-benar dari bawah.</p>
<p>Tentu, bukan kata “menjajah” yang harus diberi garis bawah di sini. Tapi bagaimana kawula muda tidak menjadi generasi muksin (muka sinetron) yang terbuai dengan cinderella story yang tidak realistis. Tentu, kawula muda daerah memang harus melawan Jakarta Centris yang telah diciptakan para orang tua. Emang Indonesia cuman Jakarta aja?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/munif.wordpress.com/120/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/munif.wordpress.com/120/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/munif.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/munif.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/munif.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/munif.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/munif.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/munif.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/munif.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/munif.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/munif.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/munif.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=120&subd=munif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munif.wordpress.com/2008/02/02/yang-muda-yang-melawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">munif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://munif.files.wordpress.com/2008/02/kedai-kopi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kedai-kopi.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Hari Bersamamu</title>
		<link>http://munif.wordpress.com/2007/07/24/dua-hari-bersamamu/</link>
		<comments>http://munif.wordpress.com/2007/07/24/dua-hari-bersamamu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jul 2007 13:40:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>munif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munif.wordpress.com/2007/07/24/dua-hari-bersamamu/</guid>
		<description><![CDATA[Aku berharap ada perubahan yang cukup berarti dalam hidupku setelah dua hari itu. Dan harapanku itu menjadi kenyataan. Meski perubahan itu sangat tidak seperti yang aku harapkan pada awalnya. Namun aku merasa senang dengan perubahan itu.
Memang kadang kita bisa mencapai perubahan hanya dengan memejamkan mata dan mengucapkan sesuatu yang kita inginkan. Namun, kadang kita juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=111&subd=munif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://i17.photobucket.com/albums/b76/emenev/unissula2.jpg" align="left" height="160" hspace="6" width="250" />Aku berharap ada perubahan yang cukup berarti dalam hidupku setelah dua hari itu. Dan harapanku itu menjadi kenyataan. Meski perubahan itu sangat tidak seperti yang aku harapkan pada awalnya. Namun aku merasa senang dengan perubahan itu.</p>
<p>Memang kadang kita bisa mencapai perubahan hanya dengan memejamkan mata dan mengucapkan sesuatu yang kita inginkan. Namun, kadang kita juga butuh sebuah momentum untuk berubah. Momentum itu kebetulan bernama Pelatih Blog yang dilaksanakan Sabtu-Minggu, 21-22 Juli lalu di Unissula. Saya termasuk salah satu tutor dari Loenpia yang dipercaya untuk melaksanakan pelatihan tersebut.<br />
<span id="more-111"></span><br />
Boleh dikata tak ada yang istimewa yang saya alami selama menjadi tutor acara tersebut. Sama seperti pelatihan lain, saya selalu berusaha untuk menerapkan apa yang pernah saya dapatkan dalam TOT (Training of Trainer) beberapa tahun yang lalu. Dalam soal tantangan melatih, bahkan bisa dikatakan kurang dibanding ketika saya menjadi tutor dalam sebuah pelatihan di Balai Penelitian Depag. Kenapa? Karena memberi pelatihan ke orang-orang yang sudah berumur tentu berbeda dengan memberi pelatihan pada anak muda.</p>
<p>Saya sangat berterimakasih diberi dua hari itu. Acara itu memang berjalan biasa saja, tapi ada yang luar biasa yang ku dapat di sana. Beberapa pagi ini kutatap matahari dan mengingat dua hari bersamamu. Apakah perubahan itu? Sampai saat ini saya juga belum tau secara pasti.</p>
<p><b>Caption</b>: Saya sedang berbagi pengetahuan dengan salah seorang peserta pelatihan. [foto oleh <a href="http://www.hyudee.com/">Hyudee</a>]</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/munif.wordpress.com/111/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/munif.wordpress.com/111/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/munif.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/munif.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/munif.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/munif.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/munif.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/munif.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/munif.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/munif.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/munif.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/munif.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=111&subd=munif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munif.wordpress.com/2007/07/24/dua-hari-bersamamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>51</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">munif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i17.photobucket.com/albums/b76/emenev/unissula2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kejarlah Daku Kau Kutolak</title>
		<link>http://munif.wordpress.com/2007/03/13/kejarlah-daku-kau-kutolak/</link>
		<comments>http://munif.wordpress.com/2007/03/13/kejarlah-daku-kau-kutolak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2007 15:33:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>munif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munif.wordpress.com/2007/03/13/kejarlah-daku-kau-kutolak/</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu sore sebuah pesan pendek aku terima. Isinya tentang seseorang yang ingin mengajak aku untuk bertemu pada hari Senin. Karena memang bisa meluangkan waktu, akupun meminta dia untuk menemuiku sekitar pukul satu siang.
blablabla&#8230;. Senin siang dia menelponku. Kita janjian di sebuah rumah makan paling bergengsi di kota kretek. Aku sampai lebih dahulu di sana. Beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=107&subd=munif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sabtu sore sebuah pesan pendek aku terima. Isinya tentang seseorang yang ingin mengajak aku untuk bertemu pada hari Senin. Karena memang bisa meluangkan waktu, akupun meminta dia untuk menemuiku sekitar pukul satu siang.</p>
<p>blablabla&#8230;. Senin siang dia menelponku. Kita janjian di sebuah rumah makan paling bergengsi di kota kretek. Aku sampai lebih dahulu di sana. Beberapa saat kemudian dia datang bersama beberapa temannya.<br />
<span id="more-107"></span><br />
blablabla&#8230;. Sebuah amplop putih dia ulurkan ke tanganku. Aku sempat tergagap. Tapi aku tau, aku harus menolaknya!</p>
<p>Yach&#8230;. jadi wartawan emang selalu banyak godaannya. Tapi bagiku itu adalah penghinaan profesi. Itu sama saja dia menganggap semua wartawan bisa dibeli.</p>
<p>Emang sih banyak masyarakat yang menganggap, berurusan dengan wartawan harus menyediakan amplop untuk memperlancar!</p>
<p>Dan emang sih masih banyak wartawan juga menganggap, berurusan dengan diri mereka orang harus menyediakan amplop untuk memperlancar!</p>
<p>Yach&#8230;. kejarlah daku kau kutolak!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/munif.wordpress.com/107/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/munif.wordpress.com/107/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/munif.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/munif.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/munif.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/munif.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/munif.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/munif.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/munif.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/munif.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/munif.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/munif.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=107&subd=munif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munif.wordpress.com/2007/03/13/kejarlah-daku-kau-kutolak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">munif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tampangmu itu Lho, Nak!</title>
		<link>http://munif.wordpress.com/2007/03/01/apa-yang-kau-lihat-nak/</link>
		<comments>http://munif.wordpress.com/2007/03/01/apa-yang-kau-lihat-nak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2007 23:16:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>munif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munif.wordpress.com/2007/03/01/apa-yang-kau-lihat-nak/</guid>
		<description><![CDATA[
3 menit sebelumnya lapangan senyap. 10 kali MC memanggil, penonton tetap berteduh di tenda atau pun di bawah pohon yang berada di tepi lapangan.
Begitu melihat 2 vokalis cewe berlari di atas panggung. Penonton pun ikut  berlari menuju dekat panggung, ngga peduli hujan dan becek!
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=106&subd=munif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://i17.photobucket.com/albums/b76/emenev/anak.jpg" border="1" height="210" hspace="4" width="300" /></p>
<p>3 menit sebelumnya lapangan senyap. 10 kali MC memanggil, penonton tetap berteduh di tenda atau pun di bawah pohon yang berada di tepi lapangan.</p>
<p>Begitu melihat 2 vokalis cewe berlari di atas panggung. Penonton pun ikut  berlari menuju dekat panggung, ngga peduli hujan dan becek!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/munif.wordpress.com/106/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/munif.wordpress.com/106/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/munif.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/munif.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/munif.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/munif.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/munif.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/munif.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/munif.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/munif.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/munif.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/munif.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=106&subd=munif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munif.wordpress.com/2007/03/01/apa-yang-kau-lihat-nak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">munif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i17.photobucket.com/albums/b76/emenev/anak.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Humor</title>
		<link>http://munif.wordpress.com/2007/03/01/humor/</link>
		<comments>http://munif.wordpress.com/2007/03/01/humor/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2007 03:15:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>munif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munif.wordpress.com/2007/03/01/humor/</guid>
		<description><![CDATA[
Komentarku tidak lolos di situs serius yang menyediakan komentar di bawah artikelnya. Mungkin karena komentarku mengandung nada humor. Padahal humor itu lebih serius dari pada serius itu sendiri.
Layaknya permainan catur, humor adalah tindakan dua langkah, sedang serius hanya satu langkah.
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=105&subd=munif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://i17.photobucket.com/albums/b76/emenev/200px-ChessSet.jpg" border="2" height="150" width="220" /></p>
<p>Komentarku tidak lolos di situs serius yang menyediakan komentar di bawah artikelnya. Mungkin karena komentarku mengandung nada humor. Padahal humor itu lebih serius dari pada serius itu sendiri.</p>
<p>Layaknya permainan catur, humor adalah tindakan dua langkah, sedang serius hanya satu langkah.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/munif.wordpress.com/105/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/munif.wordpress.com/105/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/munif.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/munif.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/munif.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/munif.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/munif.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/munif.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/munif.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/munif.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/munif.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/munif.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=105&subd=munif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munif.wordpress.com/2007/03/01/humor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">munif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i17.photobucket.com/albums/b76/emenev/200px-ChessSet.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>