Archive for the 'Sastra' Category
hidup yang dingin dan pekat
….tak sekalipun aku
berhasil melukis wajahmu
telah seribu pun aku gagal
apalagi melukis air matamu
jejak langkah lambatmu pun
tak tertangkap tanah basah pagi ini
tidak pula di lain waktu
tidak pula di catatan hidupmu
28 oktober tahun silam,
juga di taman tempat berdiri pagi ini
wajahmu menghilang dari lukisan,
tubuhmu tak terlihat mataku
hanya tetes air mata
dingin dan pekat seperti salju
dan sepatah kata
: sejarah itu bisu [...]
Filed under: Sastra | 5 Comments
maaf, hatiku lagi norak
untuk apa
kau hidangkan anggur
jika gelasku
hanya berisi racun!
untuk apa
kau selimutkan kehangatan
jika tidurku
berhias mimpi mencekam!
ku dengar
kan ada penawar
untuk racun
kan ada hari indah
setelah mimpi mencekam
duh, tapi rasa itu
tak terkirakan!
Aughrwrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrght!
Filed under: Sastra | 8 Comments
Mata Teduhmu di Mata Teduhmu
Di matamu aku melihat wajahku. Semakin dalam aku perhatikan wajahku di matamu, semakin aku tahu, aku tak pernah ingin lepas menatap wajahku di mata teduhmu. Malah kadang aku mengangankan melihat tubuhku menari-nari, melayang terbang, tidur pulas, atau pun bahkan menangis di mata teduhmu.
Tentu aku berharap kamu ingat itu, karena itu adalah jawabanku ketika kamu bertanya [...]
Filed under: Sastra | 3 Comments
Anak-anak Surga
Ali berlari, dia terus berlari melewati lorong-lorong sempit di antara rumah-rumah penduduk. Wajahnya menahan tangis, nafasnya tersenggal-senggal. Tapi dia terus berlari hingga sampai di depan rumah kontrakan keluarganya. Di halaman itu, ibu Ali sedang bersiteru dengan seorang pria.
“Kau tak bayar sewa. Kau pakai banyak air, halamannya bisa hancur,” ucap pria pemilik rumah kontrakan.
“Bagaimana lagi? Cuciannya [...]
Filed under: Sastra | 0 Comments




