<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Niff Blog &#187; Film</title>
	<atom:link href="http://munif.wordpress.com/category/film/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://munif.wordpress.com</link>
	<description>Gejolak Kawula Muda</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Dec 2008 12:19:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='munif.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/685f9116f7550a68cb14ed2070405325?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Niff Blog &#187; Film</title>
		<link>http://munif.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://munif.wordpress.com/osd.xml" title="Niff Blog" />
		<item>
		<title>Tiga Jalan Cinta</title>
		<link>http://munif.wordpress.com/2008/12/20/tiga-jalan-cinta/</link>
		<comments>http://munif.wordpress.com/2008/12/20/tiga-jalan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 12:18:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>munif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munif.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Percayalah tiap manusia memiliki jalan cintanya sendiri. Dan kita bisa merenungi bagaimana jalan cinta yang sedang kita jalani sambil menikmati goyang maut seorang Dian Sastrowardoyo. Saya sendiri sampai &#8220;glekk&#8221; melihat liukan seksi Dian Sastro dalam sebuah adegan di atas panggung dangdut, sambil ingat ortu di rumah, dan menyadari betapa berharganya masih memiliki ortu.
Saya rasa orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=164&subd=munif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-165" style="margin-left:0;margin-right:4px;" title="dona-satelit-post" src="http://munif.files.wordpress.com/2008/12/dona-satelit-post.jpg?w=265&#038;h=180" alt="dona-satelit-post" width="265" height="180" />Percayalah tiap manusia memiliki jalan cintanya sendiri. Dan kita bisa merenungi bagaimana jalan cinta yang sedang kita jalani sambil menikmati goyang maut seorang Dian Sastrowardoyo. Saya sendiri sampai &#8220;glekk&#8221; melihat liukan seksi Dian Sastro dalam sebuah adegan di atas panggung dangdut, sambil ingat ortu di rumah, dan menyadari betapa berharganya masih memiliki ortu.</p>
<p>Saya rasa orang lain yang menonton film <a href="http://www.3doa3cinta.com">3 Doa 3 Cinta</a> ini juga akan merasakan sesuatu yang tidak jauh berbeda dengan yang saya rasakan saat menonton film tersebut. Mungkin sesekali kita juga akan terpingkal menyaksikan beberapa adegan satir yang sebenarnya sangat menohok prilaku kita sehari-hari. Seperti ketika Dona Satelit (Dian Sastrowardoyo) mencium Huda (Nicholas Saputra) dan Huda mengucapkan kalimat <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Istighfar">istighfar</a>. Adegan tersebut sepertinya sangat lucu, tapi begitulah adanya kehidupan seorang santri. <span id="more-164"></span></p>
<p>Itu hanya sepenggal kehidupan santri ala Huda, yang sejak umur 11 tahun ditinggalkan ibunya di pesantren. Cinta Huda akan ibunya inilah yang mempertemukan dia dengan Dona Satelit. Mengetahui Dona Satelit pernah tinggal di Jakarta, Huda yang menyimpan alamat ibunya langsung meminta batuan Dona untuk mencarikan alamat tersebut. Kisah Huda dan Dona mengalir dan membawa kita untuk menebak akhir bahagia dari perjalanan cinta tersebut, tapi film ini memberi akhir yang berbeda dengan sangat cerdik.</p>
<p>Agak mirip dari jalan cinta Huda, adalah jalan cinta Rian (Yoga Pratama). Jika Huda merindukan kehadiran ibunya, Rian merindukan kehadiran ayahnya yang telah meninggal. Rian menemukan sosok ayahnya tersebut dalam diri Pak Toha (Butet Kertarajasa) seorang pemutar proyektor layar tancap. Keinginan Rian meneruskan bisnis video syuting yang telah dirintis bapaknya lah yang menemenukan Rian dengan Pak Toha dalam sebuah pasar malam di dekat lingkungan pesantren.</p>
<p>Jalan cinta ketiga adalah jalan cinta Syahid (Yoga Bagus). Digambarkan sebagai anak baik-baik yang tidak banyak polah, Syahid memiliki latar belakang dari keluarga yang miskin. Hidup Syahid sangat kekurangan, bahkan untuk makan saja Sahid banyak menerima bantuan dari temannya. Ditambah sakit keras yang diderita ayahnya lengkap sudah penderitaan seorang Sahid. Biaya berobat yang tidak terjangkau, membuat Sahid putus asa, dia bergabung dengan kelompok muslim garis keras. Cerita Sahid inilah yang seolah memberi jawaban, latar belakang pelaku bom Bali.</p>
<p>Film yang penulis naskah dan sutradaranya Nurman Hakim ini, mampu menyatukan tiga jalan cinta tersebut dalam rangkaian yang apik dan brilian. Mereka bertiga bersahabat tapi memiliki jalan cintanya sendiri. Selain itu, film ini juga tidak hanya mampu menampilkan kehidupan pondok pesantren secara apik tapi juga mampu memotret kehidapan masyarakat Indonesia secara brilian. Dan yang juga penting, film ini mampu mengaitkan potret kehidupan tersebut dengan issue hangat yang belum sepenuhnya terjawab. Film ini seolah memberi jawaban bagaimana latar belakang pelaku bom bunuh diri. Jadi, rugi besar jika kita tidak menonton film diprodeseri tiga orang sekaligus ini, Nan T. Achnas, Adiyanto Sumarjono, dan Nurman Hakim.</p>
<p>Foto diambil dari <a href="http://www.3doa3cinta.com">sini</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/munif.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/munif.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/munif.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/munif.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/munif.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/munif.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/munif.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/munif.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/munif.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/munif.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=164&subd=munif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munif.wordpress.com/2008/12/20/tiga-jalan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">munif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://munif.files.wordpress.com/2008/12/dona-satelit-post.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dona-satelit-post</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pertanyaan untuk Cinta</title>
		<link>http://munif.wordpress.com/2007/02/09/pertanyaan-untuk-cinta/</link>
		<comments>http://munif.wordpress.com/2007/02/09/pertanyaan-untuk-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Feb 2007 12:18:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>munif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munif.wordpress.com/2007/02/09/pertanyaan-untuk-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Mahasiswa duduk di lantai membaca buku sastra. Di dekatnya seorang teman sedang membaca puisi agak keras. Dengan sinar wajah optimis.
&#8220;Kamu percaya dengan suara hati?&#8221; tanya mahasiswa.
&#8220;Engga,&#8221; jawab teman.
&#8220;Kenapa?&#8221;
&#8220;Karena sangat sulit membedakan, mana suara hati dan mana yang bukan.&#8221;
&#8220;Pengecut kamu! Hanya karena mengalami kesulitan kamu menyerah!&#8221;
&#8220;E&#8230; jangan salah. Ini bukan masalah pengecut atau tidak pengecut.&#8221;
&#8220;Lalu&#8230;&#8221;
&#8220;Mempercayai suara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=102&subd=munif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mahasiswa duduk di lantai membaca buku sastra. Di dekatnya seorang teman sedang membaca puisi agak keras. Dengan sinar wajah optimis.</p>
<p>&#8220;Kamu percaya dengan suara hati?&#8221; tanya mahasiswa.<br />
&#8220;Engga,&#8221; jawab teman.<br />
&#8220;Kenapa?&#8221;<br />
&#8220;Karena sangat sulit membedakan, mana suara hati dan mana yang bukan.&#8221;<br />
&#8220;Pengecut kamu! Hanya karena mengalami kesulitan kamu menyerah!&#8221;<br />
&#8220;E&#8230; jangan salah. Ini bukan masalah pengecut atau tidak pengecut.&#8221;<br />
&#8220;Lalu&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Mempercayai suara hati, butuh waktu yang panjang untuk membuktikannya. Bahkan bisa jadi apa yang kita percaya itu salah. Aku lebih memilih untuk menggunakan otak dari pada hati. Yang kamu ingin bicarakan pasti tentang cewek kan?&#8221;<br />
<span id="more-102"></span><br />
Mahasiswa tersenyum kecil, sampai senyumnya hilang, dan diam mencoba memahami sudut pandang temannya.</p>
<p>&#8220;Perjumpaan dengan seseorang, menurutmu takdir atau kebetulan belaka?&#8221; mahasiswa kembali bertanya.<br />
&#8220;Bisa takdir, bisa kebetulan. Terserah yang mengalami, apakah dia percaya itu takdir atau kebetulan. Yang percaya itu takdir, malah kadang setelah pertemuan itu ngga terjadi apa-apa. Tapi ada juga orang yang menganggap itu hanya kebetulan, setelah itu mereka menjadi sepasang kekasih,&#8221; jawab panjang teman.</p>
<p>Mahasiswa terdiam lama, menutup muka dengan dua telapak tangan. Beberapa saat dia menurunkan tangan dari mukanya.</p>
<p>&#8220;Hidup memang penuh dengan rahasia. Mungkin benar, hidup ini seperti permainan tebak angka. Kita tidak tahu angka apa yang akan keluar, tapi kita harus menebak, karena hidup terus berjalan. Namun, kisah hidup seseorang tidak harus selalu sama bukan?&#8221; papar mahasiswa<br />
&#8220;Iya, cerita hidup memang tidak harus sama. Tapi beranikah kita untuk mengambil jalan yang berbeda. Di mal atau pusat keramaian lainnya, kita melihat orang-orang berpakaian dengan model pakaian yang sama, bentuk rambut yang sama, gaya hidup yang sama. Di dunia seperti itu, orang yang berbeda akan dianggap ketinggalan jaman. Dan orang yang kamu cintai adalah orang yang seperti itu,&#8221; tegas teman</p>
<p>Mahasiswa tampak berpikir</p>
<p>&#8220;Ini memang keadaan yang sulit buatku,&#8221; ungkap mahasiswa singkat.</p>
<p>Teman tetap diam, mengerti apa yang sedang dialami mahasiswa. Keduanya diam. Mahasiswa kembali membaca buku.</p>
<p>*) Scene 08. INT. KAMAR KOS – SORE skenario film Pertanyaan untuk Cinta</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/munif.wordpress.com/102/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/munif.wordpress.com/102/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/munif.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/munif.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/munif.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/munif.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/munif.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/munif.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/munif.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/munif.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/munif.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/munif.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=102&subd=munif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munif.wordpress.com/2007/02/09/pertanyaan-untuk-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">munif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta, Ambisi, dan Sebuah Pengakuan</title>
		<link>http://munif.wordpress.com/2007/01/26/cinta-ambisi-dan-sebuah-pengakuan/</link>
		<comments>http://munif.wordpress.com/2007/01/26/cinta-ambisi-dan-sebuah-pengakuan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jan 2007 09:32:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>munif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munif.wordpress.com/2007/01/26/cinta-ambisi-dan-sebuah-pengakuan/</guid>
		<description><![CDATA[
Dia dijuluki &#8220;Lord of war&#8221;, tapi dia tidak pernah mau melukai orang lain. Dia juga jatuh cinta pada wanita, menikahi, dan setia. Sangat peduli pada adik kandung dan hormat pada kedua orang tua. Sama seperti manusia pada umumnya.
Namanya Yuri Orlov (Nicolas Cage) berasal dari Ukraina. Dia pindah ke Amerika bersama kedua orang tua dan adik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=92&subd=munif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://i17.photobucket.com/albums/b76/emenev/lord-of-war-p.jpg" height="200" width="130" /></p>
<p>Dia dijuluki &#8220;Lord of war&#8221;, tapi dia tidak pernah mau melukai orang lain. Dia juga jatuh cinta pada wanita, menikahi, dan setia. Sangat peduli pada adik kandung dan hormat pada kedua orang tua. Sama seperti manusia pada umumnya.<br />
Namanya Yuri Orlov (Nicolas Cage) berasal dari Ukraina. Dia pindah ke Amerika bersama kedua orang tua dan adik lelaki, Anatoly Orlov (Jean-Pierre Nshanian). Keluarga kecil itu tampak tidak kekurangan materi. Namun rutinitas harian mengurus restoran membuat Yuri Orlov bosan. Dia ingin berbuat sesuatu yang besar dalam hidup.<br />
Film yang disutradarai dan ditulis sekenarionya oleh Andrew Niccol ini mulai mengalir saat Yuri Orlov mengajak Anatoly menjadi pengedar senjata. Tidak mudah bagi Yuri Orlov memengaruhi adiknya untuk bergabung. Resikonya terlalu berat, yaitu nyawa. Karakter Yuri yang dingin dan cerdas mampu menyakinkan Anatoly bahwa bisnis yang akan dijalaninya tidak hanya menguntungkan secara materi. Tapi juga berperan dalam mengubah dunia.</p>
<p><span id="more-92"></span><br />
Awalnya mereka gagal mengajak kerjasama seorang pengedar senjata profesional. Yuri Orlov punya kecerdasan dan kemauan kuat. Mereka berdua langsung datang ke daerah-daerah konflik untuk menawarkan senjata. Di mulai dari kawasan konflik di Timur Tengah, Yuri dan Anatoly Orlov mendapat order pertama pembelian senjata.<br />
Kecerdasan Yuri Orlov pula yang sering menyelamatkan nyawa dan bisnis mereka. Ketika kapal pengangkut senjata terdeteksi Interpol, Yuri dengan cepat memerintahkan kru kapal untuk mengganti nama kapal. Ketika Interpol telah sampai di lokasi, Yuri mengirim kabar kepada intelejen &#8220;binaannya&#8221; bahwa kapal pengangkut senjata telah di bajak.<br />
Kejadian lain adalah saat Yuri dan Anatoly mengirim senjata ke pemberontak di Kuba. Senjata mereka tidak dibayar dengan uang kontan, tapi dengan kokain. Yuri menolak karena dia tidak berbisnis narkoba. Ketegangan terjadi, Yuri terserempet peluru pada perutnya. Kecerdasan Yuri berbicara, dia menerima transaksi tersebut.<br />
Begitu pula saat pesawat pengangkut senjata terdeteksi radar pesawat Interpol. Dia berusaha menghubungi pejabat militer, tapi ditolak. Yuri meminta pilot untuk mendaratkan pesawat di jalan. Setelah mendarat, awak pesawat dengan cepat melarikan diri. Namun Yuri tetap tenang, dia memberikan semua senjata dan amunisi yang ada di pesawat itu secara cuma-cuma kepada warga sekitar. Tidak ada lagi barang bukti yang tersisa, sekali lagi Yuri lolos dari sergapan Interpol.</p>
<p><strong>Sindir Kapitalisme</strong><br />
Nicolas Cage mampu menampilkan karakter Yuri Orlov sebagai ironi. Dalam bisnisnya dia sangat pragmatis. Tidak peduli dari mana senjata itu dibeli dan kepada siapa senjata itu dijual. Tidak peduli apakah senjata itu untuk melakukan pembantaian atau untuk misi perdamaian. Baginya yang penting adalah keuntungan materi.<br />
Yuri Orlov selalu berlindung pada sisi lemah undang-undang. Ketika Uni Sovyet hancur dan terpecah belah menjadi negara-negara kecil, dengan cepat Yuri memanfaatkan momen tersebut. Dia membeli semua peralatan militer Uni Sovyet. Tindakan itu memang tidak legal, tapi tidak juga ilegal karena tidak ada peraturan yang dapat digunakan untuk menjeratnya.<br />
Hukum bisa saja disiasati oleh Yuri Orlov, tetapi tidak dengan Istri, Ava Vontaine (Bridget Moynahan). Karena cintanya pada sang suami, Ava meminta Yuri untuk menghentikan bisnisnya. Ava mengatakan, biarpun tidak melanggar hukum perbuatan menjual senjata itu sangat buruk. &#8220;Banyak nyawa yang telah terbuang percuma dengan senjata itu,&#8221; tegas Ava Vontaine.<br />
<strong><br />
Kritik Amerika</strong><br />
Yang paling mengejutkan dari film ini adalah ketika Yuri Orlov tertangkap oleh Interpol. Di ruang interogasi Interpol, Yuri tampak tenang seperti tidak takut menghadapi penjara. Interpol yang selama ini mengejarnya, merasa aneh dengan sikap Yuri. Interpol mengira Yuri tidak tahu dengan situasi yang sedang dihadapinya. Alur cerita tampak mengarah inilah akhir perjalanan Yuri Orlov.<br />
Situasinya sangat jelas. Yuri tidak lagi diakui sebagai anak oleh orang tuanya. Adiknya tertembak mati saat mengantar Yuri mengirim senjata. Istri dan anak pergi meninggalkannya. Dia hanya sendiri. Semua yang dicintai telah meninggalkannya.<br />
Di sinilah Andrew Niccol tampak berhasil membangun konflik film ini. Yuri Orlov hanya karakter perantara untuk membidik bos besar di balik semua peperangan. &#8220;Setahun saya menjual senjata itu tidak lebih besar dari sehari saja Presiden Amerika menjual senjata. Saya hanya pengecer,&#8221; ungkap Yuri Orlov.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/munif.wordpress.com/92/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/munif.wordpress.com/92/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/munif.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/munif.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/munif.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/munif.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/munif.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/munif.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/munif.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/munif.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/munif.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/munif.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=92&subd=munif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munif.wordpress.com/2007/01/26/cinta-ambisi-dan-sebuah-pengakuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">munif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i17.photobucket.com/albums/b76/emenev/lord-of-war-p.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kutipan Film</title>
		<link>http://munif.wordpress.com/2006/08/07/kutipan-film/</link>
		<comments>http://munif.wordpress.com/2006/08/07/kutipan-film/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Aug 2006 18:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>munif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munif.wordpress.com/2006/08/07/kutipan-film/</guid>
		<description><![CDATA[aku tak mengerti
dalam keadaan susah ini
apakah masih ada cinta?
apakah masih ada kesetiaan?
[Opera Jawa, Garin Nugroho]
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=50&subd=munif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>aku tak mengerti<br />
dalam keadaan susah ini<br />
apakah masih ada cinta?<br />
apakah masih ada kesetiaan?</p>
<p><span style="font-size:85%;">[Opera Jawa, Garin Nugroho]</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/munif.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/munif.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/munif.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/munif.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/munif.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/munif.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/munif.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/munif.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/munif.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/munif.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/munif.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/munif.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=50&subd=munif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munif.wordpress.com/2006/08/07/kutipan-film/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">munif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Film dari Semarang</title>
		<link>http://munif.wordpress.com/2006/02/20/film-dari-semarang/</link>
		<comments>http://munif.wordpress.com/2006/02/20/film-dari-semarang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2006 18:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>munif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munif.wordpress.com/2006/02/20/film-dari-semarang/</guid>
		<description><![CDATA[
Gemerlap film indi telah meredup di berbagai kota, termasuk semarang. Bersembunyi dalam redup itu, sebenarnya banyak komunitas film tetap berkarya. &#8220;Calm Indiego&#8221; komunitas film yang ada di Semarang ini salah satunya. &#8220;Ngamar&#8221; judul film yang telah selesai penggarapannya, siap untuk pemutaran perdana.
&#8220;Ngamar&#8221; bercerita tentang kehidupan tiga anak kos dan seorang bapak kos. Karakter tiga anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=44&subd=munif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://photobucket.com" target="_blank"><img src="http://i17.photobucket.com/albums/b76/emenev/BLOG1.jpg" alt="Image hosting by Photobucket" border="0" /></a></p>
<p>Gemerlap film indi telah meredup di berbagai kota, termasuk semarang. Bersembunyi dalam redup itu, sebenarnya banyak komunitas film tetap berkarya. &#8220;Calm Indiego&#8221; komunitas film yang ada di Semarang ini salah satunya. &#8220;Ngamar&#8221; judul film yang telah selesai penggarapannya, siap untuk pemutaran perdana.<span id="more-44"></span><br />
&#8220;Ngamar&#8221; bercerita tentang kehidupan tiga anak kos dan seorang bapak kos. Karakter tiga anak kos yang ditampilkan di film ini adalah ikon dari anak-anak kos pada umumnya. Ahmad adalah seorang idealis yang terus bergelut dengan ideologi-ideologi besar dan menyalurkan ide-idenya dengan menulis. Heru adalah karakter seorang gamer yang agak gaptek dan hanya menjadi korban dari teknologi. Sedangkan Rosid adalah karakter korban globalisasi dengan pergaulan bebasnya. Bapak kos hadir di tengah kesibukan masing-masing anak kos terutama untuk menagih uang bulanan.<br />
Film ini memiliki ending yang sangat tidak terduga dan tidak elok rasanya jika diceritakan di sini. Tunggu saja pemutarannya, karena rencananya film berdurasi 35 menit ini akan diputar di kampus-kampus.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/munif.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/munif.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/munif.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/munif.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/munif.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/munif.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/munif.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/munif.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/munif.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/munif.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/munif.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/munif.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=44&subd=munif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munif.wordpress.com/2006/02/20/film-dari-semarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">munif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i17.photobucket.com/albums/b76/emenev/BLOG1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image hosting by Photobucket</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dealova</title>
		<link>http://munif.wordpress.com/2005/12/09/dealova/</link>
		<comments>http://munif.wordpress.com/2005/12/09/dealova/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2005 22:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>munif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munif.wordpress.com/2005/12/09/dealova/</guid>
		<description><![CDATA[Film garapan Dian W Sasmita ini baru saja diputar di Semarang. Yang menarik buatku untuk menonton film ini (kebetulan belum sempat nonton) adalah sebuah pertanyaan: Apakah Dian W Sasmita juga menonton filmnya itu?
Kenapa aku tanyakan itu? Dulu dalam sebuah acara workshop multimedia, aku sempat lama berbicara dengan Dian. Dia cerita salah seorang temannya yang menggarap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=43&subd=munif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Film garapan Dian W Sasmita ini baru saja diputar di Semarang. Yang menarik buatku untuk menonton film ini (kebetulan belum sempat nonton) adalah sebuah pertanyaan: Apakah Dian W Sasmita juga menonton filmnya itu?<br />
Kenapa aku tanyakan itu? Dulu dalam sebuah acara workshop multimedia, aku sempat lama berbicara dengan Dian. Dia cerita salah seorang temannya yang menggarap sinetron dengan tema setan tidak pernah menonton sinetron yang dibuatnya. Alasannya sinetron itu pasar oriented. Nah, bukankah Dealova juga pasar oriented?<span id="more-43"></span><br />
Tapi mengingat ini film pertama Dian, tentu dia bersungguh-sungguh membuatnya. Karena bisa jadi Dealova ini menjadi taruhan karir lulusan Fakultas Komunikasi UI ini di dunia perfilman.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/munif.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/munif.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/munif.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/munif.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/munif.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/munif.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/munif.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/munif.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/munif.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/munif.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/munif.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/munif.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=43&subd=munif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munif.wordpress.com/2005/12/09/dealova/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">munif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kutipan</title>
		<link>http://munif.wordpress.com/2005/06/23/kutipan/</link>
		<comments>http://munif.wordpress.com/2005/06/23/kutipan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jun 2005 20:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>munif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://munif.wordpress.com/2005/06/23/kutipan/</guid>
		<description><![CDATA[Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan
GIE
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=24&subd=munif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span>Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan<br />
<span style="font-weight:bold;">GIE</span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/munif.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/munif.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/munif.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/munif.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/munif.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/munif.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/munif.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/munif.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/munif.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/munif.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/munif.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/munif.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=munif.wordpress.com&blog=408387&post=24&subd=munif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://munif.wordpress.com/2005/06/23/kutipan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">munif</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>