Kenapa Harus Ada Kata Maaf

Ya, kenapa harus ada kata maaf? Pernah ngga berpikir siapa sich orang yang pertama kali mengemukakan kata maaf. Dalam literatur ilmiah, yang mendifinisikan sejarah dengan pertama kali munculnya teks tertulis. Kita akan kesulitan menemukan siapa orang yang pertama kali meminta maaf.
Tapi dalam literatur agama, kita akan dengan mudah menemuka siapa orang yang pertama kali meminta maaf. Yaitu Adam dan Hawa. Dalam literatur agama kita juga tahu Adam dan Hawa lah orang yang pertama kali berbuat salah dengan melanggar perintah Tuhan, memakan buah khuldi. Karena merasa salah itulah Adam dan Hawa meminta maaf berharap Tuhan berkenan untuk melebur dosa mereka.
Sekarang beribu-ribu tahun setelah Adam dan Hawa. Perbuatan baik meminta maaf itu masih terpelihara. Tentu agamalah yang paling berperan besar memiliharanya. Ajaran dalam agama apapun pasti memerintahkan orang yang berbuat salah untuk meminta maaf. Jika tidak maka akan ada hukumannya. Meski undang-undang, norma, ataupun adat juga mengatur tentang hukuman bagi orang yang berbuat salah, tapi masih banyak sisi yang bisa lolos dari tiga perangkat tersebut.
Dan di agama tidak ada seorang pun yang bisa lolos dari pengamatan Tuhan. Setiap orang yang berbuat salah harus berusaha untuk meminta maaf jika tidak ingin mendapat hukuman dari Tuhan. Ini adalah salah satu bukti keadilan Tuhan. Andai saja tidak ada hukuman bagi orang yang berbuat salah, bisa jadi dunia ini akan penuh dengan kriminalitas.
Di Indonesia, entah sejak kapan tradisi meminta maaf di hari lebaran ini dimulai? Yang jelas sampai tahun ini tradisi itu masih berjalan. Semua orang saling membuka maaf untuk melebur dosa. Kita sadar bahwa kata maaf tercipta bukan sekadar karena takut akan hukuman Tuhan, tapi juga untuk sejarah kehidupan manuasia agar menjadi lebih baik.
Filed under: Lomba Blog | Leave a Comment


No Responses Yet to “Kenapa Harus Ada Kata Maaf”