Saat hari mulai lelah
aku datang ke kostmu yang lembab
kau sodorkan dua buku filsafat
karya Mark dan Hegel
lalu kau mulai bercerita tentang keterasingan
tak lama kau diam
lalu bicara lagi
diam
termenung
menatap sampul buku warna merah dan hitam dengan sorot kosong
Duduklah di sini, di pembaringanku yang kusut, katamu
Lampu kamar bersinar terang kekuningan
Matamu berkilauan tapi penuh keragauan
Kau buka majalah berita yang baru kau beli tadi siang
Santapan politik yang selalu kau beli untuk kau hidangkan bagi keingintahuanmu
Bicaralah padaku kawan apa yang kau ingin gelorakan, kataku
Kita sama
Ya! dalam beberapa hal kita sama
kau selalu bersemangat dengan ide-ide dan kritik-kritik ideologi
kau tak pernah usai menganalisa kebijakkan pemerintah
dan kau sangat anti militer
anti kekerasan
tapi kau selalu memuji orang yang mengritikmu
menyanjung perbedaan
dan menertawakan diri sendiri
ingatkah kau ketika berteriak di depan gedung dewan
kau melakukan itu dengan sempurna
semua mata yang memandangmu pasti tertegun
tapi mereka yang di dalam sana hanya diam
dan kau katakan, sebenarnya mereka lebih terasing dari dirimu
Ah, lupakan itu! pandanglah foto di pojok meja itu, katamu
di sanalah kau tak menemukan lagi keterasingan tapi kedamaian
Ya pergilah ke kostnya, kataku
Pakailah motorku
Dan biarkan aku sendiri di kamar kostmu
Menikmati hidangan dua buku filsafat yang baru kau sodorkan padaku.
Filed under: Umum | Leave a Comment


No Responses Yet to “Suatu malam di kamarmu yang lembab”